Internasional

Ngeri, Ekonomi Rusia Bakal Dibikin Lumpuh AS & Sekutunya

News - sef, CNBC Indonesia
01 March 2022 18:00
In these frames from Feb. 24, 2022, videos, Russian President Vladimir Putin, left, speaks in Moscow and Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy speaks in Kyiv. (Russian Presidential Press Service and Ukrainian Presidential Press Office via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan sekutu tak main-main saat menyebut akan membuat lumpuh ekonomi Rusia. Hal ini terkait serangan Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan sanksi Barat kini telah memasuki babak baru. Sekutu telah mengobarkan perang ekonomi dan keuangan total ke Rusia.


"Kami akan menyebabkan keruntuhan ekonomi Rusia," tegasnya, dikutip AFP.

"Kekuatan keseimbangan ekonomi dan keuangan sepenuhnya mendukung Uni Eropa (UE) yang tengah berproses membuat kekuatan ekonominya sendiri."

Le Maire mengatakan setidaknya sudah hampir US$ 1.000 miliar aset Rusia dibekukan. Ini termasuk sejumlah orang terkaya di dekat Presiden Vladimir Putin.

Mereka adalah kepala raksasa minyak negara Rosneft, Igor Sechin, dan bos pipa raksasa Transneft, Nikolay Tokarev. Lalu tiga orang terkaya Rusia, raja logam Alexei Mordashov, taipan Alisher Usmanov dan pengusaha Gennady Timchenko.

"Perusahaan hanya dapat meminjam dengan suku bunga tinggi," kata Le Maire lagi merujuk kenaikan suku bunga bank sentral Rusia menjadi 20% pada Senin.

"Rusia memang biasa menderita dari dampak sanksi, tetapi kita tak tahu bagaimana caranya menyelesaikan ini."

Di kesempatan yang sama, ia juga mengatakan tengah berbicara dengan dua raksasa energi Prancis TotalEnergies dan Engie untuk memutuskan keterlibatan mereka dalam proyek energi Rusia. Sebelumnya, Shell dan BP mengumumkan bahwa mereka akan menarik diri dari Rusia.

"'Menaikkan biaya' perang Putin, adalah prioritas," kata pejabat pemerintahan Emmanuel Macron lainnya dikutip laman yang sama.

Sebelumnya negara-negara Barat juga telah membekukan operasional bank Rusia yang menggunakan platform keuangan global, Society Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Ini adalah jaringan pengiriman pesan yang digunakan bank dan lembaga keuangan untuk mengirimkan dan menerima informasi transaksi degna ceppa dan aman.

Larangan impor minyak juga diberlakukan sejumlah negara termasuk sanksi perdagangan lain. Bank-bank juga disanksi termasuk utang Rusia dan proyek pipa migas Nord Stream 2.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Puas! Inggris Beri Sanksi Tambahan untuk Rusia


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading