Airlangga Ungkap Ancaman Lain Selain Omicron

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
23 February 2022 11:55
Keterangan Pers Menteri terkait Evaluasi PPKM, Jakarta, Senin (20/12/2021). (Tangkapn layar youtube Sekpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada tantangan terhadap perekonomian global selain Covid-19, yakni perubahan iklim. Karena itu, pemerintah mulai menerapkan transformasi ke ekonomi hijau.

Hal itu disampaikan merespons IMF yang memangkas proyeksi ekonomi global tahun 2022 menjadi 4,4% dari 4,9%. Revisi ini disebabkan berbagai risiko ekonomi global, termasuk perubahan iklim.

"Perubahan iklim jadi tantangan ekonomi jangka menengah dan panjang. Perubahan iklim jadi perhatian negara karena dapat meningkatkan temperatur bumi 2,5 - 4 ,7 derajat pada tahun 2100 akibat peningkatan gas rumah kaca ," jelas Airlangga dalam sebuah webinar, Rabu (23/2/2022).


Makanya menurut Airlangga, 196 negara ikut menandatangani Paris Agreement di 2015 lalu, sebagai komitmen untuk penanganan global untuk menurunkan ancaman perubahan iklim.

Airlangga juga menyinggung transformasi ekonomi hijau untuk strategi jangka menengah dan panjang. Sehingga harus mendorong pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan, terlebih saat ini Indonesia memegang tongkat presidensi G20.

"Penguatan komitmen untuk capai target itu penting terlebih Indonesia mengangkat isu transisi energi sehingga tiga prioritas dari presidensi G20 ini membutuhkan kebijakan akses teknologi dan akses pembiayaan dan energi yang terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.

Pembiayaan hijau penting seperti surat utang atau green sukuk, tapi juga instrumen lain seperti landed pembiayaan lain dari swasta, lembaga lain, juga donor internasional.

"Adanya BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) diharapkan dapat mendorong perdagangan karbon secara transparan," katanya.

Di sisi lain Airlangga optimistis dengan prospek ekonomi ke depan. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 3,7% pada tahun 2021, menjadi modal di tahun 2022.

"PDB kita juga sudah lewat pra pandemi sehingga kita masuk ke dalam upper middle income country dan dorongan positif dari sektor usaha Energi Baru Terbarukan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Seramnya Omicron, Mengganjal Ekonomi Tahun Depan?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading