Tahun 2025, Suplai Batu Bara Bakal Dikirim Pakai Kereta Api

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
16 February 2022 19:57
Ibu Sri Wiyani (60) seorang penjaga pintu kereta api saat ditemui di kawasan Klender, Jakarta Timur, Kamis (4/1/2018). Pintu perlintasan yang terbuat dari bambu itu dijaga Ibu Sri sejak tahun 1983.

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT PLN (Persero), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersinergi untuk melakukan pengiriman batu bara dengan menggunakan kereta api pada tahun 2025.

Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang disepakati pada 19 Agustus 2021 dalam menjaga pasokan batu bara dan keandalan listrik, PLN, PTBA dan KAI menandatangani Head of Agreement (HoA) sebagai dasar penyusunan kajian bersama sehubungan dengan rencana kerja sama.

Direktur Energi Primer PLN Hartanto Wibowo memaparkan, dengan adanya HoA ini, kajian komprehensif terkait rencana kerjasama, mulai dari skema kerjasama dan model bisnis sampai dengan keselamatan kerja dan analisa risiko akan mulai dilakukan.


Kajian ini nantinya akan menjadi guidance bagi PTBA, KAI, dan PLN untuk menjalankan peran masing-masing dalam kerja sama ini dengan baik.

Hartanto menegaskan kerja sama ini bersifat jangka panjang. Saat ini ketiga BUMN akan mengebut kajian kerja sama sehingga diharapkan pada 2025 mendatang, dari MoU yang disepakati hari ini bisa terjadi pengiriman perdana batubara menggunakan moda kereta api.

"Ini kolaborasi yang luar biasa, kita akan kerja sama menyiapkan rencana kerja sehingga 2025 bisa segera direalisasikan," tambah Hartanto.

Direktur Pengembangan Usaha PTBA, Rafli Yandra mengatakan bahwa, pihaknya sudah lama bekerja sama dengan PLN dalam memasok kebutuhan batubara memakai moda transportasi kereta api. Sejak tahun 1980, PTBA sudah memasok kebutuhan batu bara PLN khususnya untuk PLTU Suralaya.

"Melalui kesepakatan ini, maka kerjasama dan sinergi ini kita tingkatkan kembali. Melalui sinergi ini kita akan meningkatkan pasokan batu bara hingga 20 juta ton untuk PLN sehingga PLN bisa secure dalam hal pasokan bahan bakar," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Niaga KAI Dadan Rudiansyah menambahkan, KAI ingin turut serta dalam memastikan pasokan bahan baku untuk pembangkit aman.

Angkutan barang menggunakan Kereta Api memiliki berbagai keunggulan seperti aman, tepat waktu, serta ramah lingkungan. Batu bara sendiri merupakan komoditi dengan volume paling besar dalam angkutan KAI, di mana pada tahun 2021 jumlahnya mencapai 76% dari keseluruhan angkutan barang KAI.

"HoA ini merupakan suatu terobosan serta langkah yang baik dan diharapkan dapat terselenggara secepatnya dengan mengedepankan Good Corporate Governance (GCG). Ke depan KAI juga akan mempersiapkan investasi khusus untuk project ini," ujar Dadan.

Sebagai informasi, PTBA dan KAI bukan nama asing pada proses penyediaan batu bara untuk pembangkit-pembangkit PLN. Kerja sama dengan kedua BUMN ini telah dilakukan sejak tahun 1980-an.

Sinergi PLN, PTBA dan KAI untuk memastikan rantai pasok batu bara, merupakan wujud nyata dari peran BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui keandalan dan kontinuitas penyediaan energi listrik bagi seluruh masyarakat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

PLTU di 35 GW Masuk, Pasokan Listrik RI Makin Berlimpah!


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading