Top! Neraca Dagang RI Surplus 21 Bulan Beruntun

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 February 2022 12:07
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia melanjutkan tren surplus pada Januari 2022. Ini artinya surplus neraca perdagangan sudah memasuki bulan ke 21 secara beruntun.

"Neraca perdagangan kita telah membukukan surplus selama 21 bulan beruntun," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setyanto dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/2/2022).


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (Disjas) BPS, Setianto (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (Disjas) BPS, Setianto (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa (Disjas) BPS, Setianto (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

BPS melaporkan surplus pada Januari 2022 mencapai US$ 930 juta. Di mana ekspor mencapai US$ 19,16 miliar, sementara impor nominalnya lebih rendah yaitu US$ 18,23 miliar.

Lonjakan ekspor memang terjadi sejak 2020, dikarenakan kenaikan harga komoditas internasional secara signifikan. Ada batu bara, nikel, bauksit, tembaga hingga minyak kelapa sawit yang merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia.

Di sisi lain, pada tahun lalu, beberapa negara mitra dagang utama tanah air juga berhasil pulih lebih cepat. Sehingga permintaan terhadap barang dari Indonesia meningkat.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Impor Melonjak, Ekonomi RI Siap-siap Ngegas Pak Jokowi?


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading