PT Timah Cari Investor Garap 'Harta Karun' Super Langka RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 February 2022 11:55
An excavator loads soil onto a truck at PT Timah's open pit mine in Pemali, Bangka island, Indonesia, July 25, 2019. REUTERS/Fransiska Nangoy

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah Tbk (TINS) bakal menggandeng sejumlah perusahaan luar negeri untuk menggarap potensi mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth (RRE) yang ada di lahan konsesi pertambangan miliknya.

Direktur Utama TINS Achmad Ardianto menjelaskan, sesuai dengan program strategis pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), MIND ID selaku Holding BUMN Pertambangan melalui PT Timah sudah sejak awal serius mendukung penuh program nilai tambah logam tanah jarang ini.

Hanya saja, untuk menggarap potensi mineral logam tanah jarang itu, Achmad menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan teknologi khusus, yang mana belum semua negara memiliku kemampuan untuk menguasai teknologi tersebut.


"Proses penambangan LTJ menggunakan teknologi proses panas dan kimia, dan tidak banyak negara yang menguasainya," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/2/2022).

TINS pun, kata Achmad terbuka untuk semua investor yang ingin bekerjasama. Tercatat sudah ada beberapa pihak telah menyatakan ketertarikannya. Sayangnya, Achmad belum mau merinci perusahaan mana yang akan bergabung menggarap proyek LTJ tersebut.

"Kita terbuka dengan teknologi provider yang berminat dan datang dengan membawa pasar juga. Saat ini ada beberapa pihak yang menyatakan tertarik," jelasnya.

"Perusahaan yang tertarik antara lain dari Asia dan negara Barat, semuanya pemilik teknologi," ujar Achmad lagi.

Achmad mengungkapkan sampai saat ini kajian masih dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi LTJ yang ada di pertambangan PT Timah.

"Potensinya masih dikaji, tapi keberadaan LTJ sudah bisa dipastikan ada dan bisa ditambang," ujarnya.

Berdasarkan 'Kajian Potensi Mineral Ikutan pada Pertambangan Timah' yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017, logam tanah jarang ini tersebar di beberapa daerah, antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Papua.

Volume endapan mengandung LTJ yang tersebar di berbagai daerah menunjukkan jumlah yang sangat besar. Pada pulau Sumatera, jenis endapan LTJ yang terbentuk adalah LTJ pelapukan dengan volume mencapai 4.426.115,4 ton.

Dengan estimasi sekitar 0,45% dari volume tersebut mengandung LTJ, maka paling tidak lebih dari 19.000 ton sumber data LTJ terkandung di dalamnya.

'Harta karun' super langka ini akan semakin diincar dunia ke depannya karena dibutuhkan untuk bahan baku komponen teknologi canggih, seperti baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), hingga peralatan senjata atau industri pertahanan dan kendaraan listrik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Daerah Utama Sasaran Eksplorasi Harta Karun Langka RI


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading