'Perkantoran Hantu' Makin Bermunculan, Bisnis Masih Berat!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
04 February 2022 17:10
Suasana pemandangan gedung perkantoran ibukota pagi hari di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (7/8). Dua hari usai listrik sepenuhnya pulih, Jakarta kembali ke jajaran atas kota dengan kadar polusi udara tertinggi dunia. Berdasarkan situs pemantau kualitas udara AirVisual.com yang dipantau pukul 08.49 WIB, Jakarta menduduki peringkat kedua atau berada di atas Hanoi, Vietnam. Skor Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 154 atau berkategori unhealthyalias tak sehat, dengan PM 2,5 senilai 60.8 µg/m³. Sedangkan Hanoi memiliki skor 161. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembang melihat bisnis sewa perkantoran masih tertekan tahun ini. Selain itu bisnis ini juga dihantui kelebihan pasokan karena permintaan jauh lebih rendah. Hal ini bisa memicu kemunculan 'perkantoran-perkantoran hantu' alias banyak ruang sewa yang kosong.

Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk, Jeffri Tanudjaja, mengatakan kondisi keterisian perkantoran sangat berat, terlebih adanya perubahan tren cara bekerja di tengah pandemi. Sehingga tidak dipungkiri banyak perusahaan yang mengurangi jumlah ruangan yang dipakai.

"Tahun ini masih berat tapi lebih baik dari tahun lalu, 2020 - 2021 itu sudah sangat bottom (anjlok), mestinya permintaan tahun ini lebih baik karena proyeksi ekonomi lebih baik," kata Jeffri, kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/2/2022).


Saat ini pengembang wilayah Pondok Indah ini mencatatkan angka okupansi 70% dari rata-rata empat gedung yang dikelola. Berarti sepertiga bangunan itu kosong menunggu untuk disewa.

Namun menurut Jeffri, inquiry atau permintaan akan sewa gedung masih terus berdatangan. Terutama dari perpindahan kantor pada wilayah pusat kota (CBD) ke luar CBD.

"Kita masih optimis tahun ini, permintaan baru dari perpindahan gedung masih ada, seperti kantor di CBD Sudirman, karena harganya relatif mahal pindah ke luar CBD seperti Pondok Indah. Dengan alasan efisiensi," jelas Jeffri.

Makanya sampai saat ini gedung yang dikelola belum sampai memberi diskon harga yang besar untuk menarik minat sewa. Hanya saja ada penambahan fasilitas yang diberikan.

"Sewa kantor bukan hanya tempat tapi lingkungan, fasilitas pondok Indah nyambung dengan hotel, apartemen mal, sehingga orang sewa di situ sangat convenience. Tamu bisa nginap di hotel ruang meeting banyak, dan dekat apartemen jadi ekspat bisa ditempati di situ," jelasnya.

Kontribusi pendapatan dari gedung ke Metropolitan Kentjana mencapai 15%, menurun Jeffri target tahun ini masih tidak jauh dari pencapaian yang didapat dari tahun sebelumnya itu.

Menurut Director Leads Property Darsono Tan mengatakan, tahun ini ada tambahan 306 ribu meter persegi gedung kantor baru yang akan selesai konstruksinya. Sementara permintaannya hanya 60 - 100 ribu meter persegi. Sehingga potensi over supply bisa terjadi.

Sementara Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI) Wendy Hartanto, mengatakan hal serupa, potensi kelebihan pasokan bakal terjadi untuk beberapa waktu mendatang.

"Ya sudah pasti, per tahun rata-rata penyerapan hanya 50 ribu meter persegi," jelasnya kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kantor-Kantor Sudirman-Thamrin Diobral Murah, Sampai Kapan?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading