Internasional

Sejarah Bendera Nasional Arab Saudi Bertuliskan Syahadat

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
04 February 2022 10:05
A Honor Guard member is covered by the flag of Saudi Arabia as Defense Secretary Jim Mattis welcomes Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman to the Pentagon with an Honor Cordon, in Washington, Thursday, March 22, 2018. (AP Photo/Cliff Owen)

Jakarta, CNBC Indonesia- Arab Saudi tengah melakukan sejumlah amandemen undang-undang (UU) untuk mengatur lagu kebangsaan dan bendera negara yang bertuliskan syahadat. Mengutip ABC News, Saudi Press Agency (SPA) menyebut amandemen perlu untuk mengatur bendera, slogan, hingga lagu kebangsaan negara.

Ini akan lebih mendefinisikan jelas bagaimana lambang-lambang negara itu seharusnya ditempatkan termasuk meningkatkan kesadaran publik soal pentingnya hal tersebut. Ini juga dimaksudkan untuk melindungi lambang negara dari penghinaan hingga pengabaian.


"Amandemen tersebut sebelumnya diusulkan oleh anggota dewan Saad al-Otaibi dan dipelajari oleh subkomite sebelum dibahas di antara anggota dewan," tulis media tersebut, dikutip Jumat (4/2/2022).

Dewan Syura sendiri telah sepakat untuk melakukan UU tersebut sejak Senin (30/1/2022) lalu. Namun tidak dirinci apa yang akan dilakukan UU tersebut terhadap bendera Arab Saudi ke depan.

Sebenarnya bendera berwarna hijau itu sudah ada sejak 1973. Bendera itu menampilkan kalligrafi Arab yang berisi kalimat syahadat, yang menandai seseorang memeluk Islam dan menjadi Muslim, dengan artinya "Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".

Mendiang sejarawan Abdul Rahman Ruwaished dalam bukunya "History of the Saudi Flag: National Flags, Decorations and Insignia" membahas "kode panji, medali, dan pangkat" dalam bendera tersebut.  Ruwaished mengatakan bendera Arab Saudi mengalami beberapa transformasi sebelum bentuk saat ini diadopsi selama tahun-tahun terakhir pemerintahan mendiang Raja Abdulaziz.

Bendera Saudi pertama kali dikibarkan pada tahun 1727 oleh pendiri Negara Saudi Pertama Imam Mohammed bin Saud, yang memerintah selama 40 tahun. Jurnalis Adnan al-Turaif mengatakan Raja Abdulaziz mengadopsi bendera Negara Saudi pertama dan kedua selama tahun-tahun awal berdirinya Kerajaan.

"Dia kemudian memerintahkan agar beberapa perubahan diterapkan pada bendera tersebut," kata al-Turaif kepada Asharq Al-Awsat.

Mengutip intelektual Lebanon Ameen Rihani, al-Turaif mengatakan bahwa selama tahun-tahun awal pemerintahan Raja Abdulaziz, bendera itu berbentuk persegi, dengan Syahadat di tengah dan dua pedang bersilang di atasnya. Perubahan diperkenalkan segera setelah itu, dengan dua pedang bersilang digantikan oleh satu pedang. Pedang itu dipindahkan di bawah Syahadat.

Pada tahun 1925, Raja Abdulaziz memerintahkan agar bendera baru dikibarkan. Pada tahun 1937, Dewan Syura menyetujui ukuran bendera dengan panjang 150 cm dan lebar 100 cm.

Belakangan tahun itu, sebuah dekrit dikeluarkan atas bendera nasional dan lebih mendedikasikan bendera untuk masing-masing raja, putra mahkota, tentara, angkatan udara, bendera internal, angkatan laut kerajaan dan perdagangan laut. Pada tahun 1952, Dewan Syura menyetujui pengukuran dan modifikasi baru pada bendera. Pada tahun 1973, pemerintah menyetujui kode bendera terbaru.

Pada masa pemerintahan Raja Fahd, tepatnya pada tahun 1991, dilakukan modifikasi pada bendera tersebut, yang lebarnya menjadi dua pertiga dari panjangnya. Tulisan Syahadat akan tetap berada di tengah dan pedang tepat di bawahnya. Terakhir, pada tahun 1997, pemerintah memutuskan bahwa bendera nasional akan dikibarkan di Kerajaan dari matahari terbit hingga terbenam pada akhir pekan dan hari libur.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Ekonomi Arab Saudi Melejit 6,8%, Tertinggi Sejak 2012


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading