Ekonomi RI Bangkit, Sri Mulyani Cs Mau Cabut 'Selang Infus'

News - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
02 February 2022 10:24
Konferensi Pers KSSK hasil rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 (Tangkapan layar youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kala pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) menggebuk Indonesia, pemerintah dan berbagai lembaga negara memberikan stimulus di bidang ekonomi. Hampir dua tahun pandemi melanda, kini mulai ada wacana untuk mencabut 'selang infus' tersebut.

"Kami akan mulai mendesain langkah-langkah exit strategy. Kita mulai merancang dan melaksanakan langkah-langkah untuk keluar dari situasi extraordinary ini," ungkap Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), Rabu (2/2/2022).

Selama masa pandemi, pemerintah menggelontorkan stimulus fiskal dalam bentuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang bernilai ratusan triliun rupiah. Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan ke titik terendah sepanjang sejarah, dan berbagai pelonggaran lain.


Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di antaranya memberikan pelonggaran Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Lalu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan suku bunga penjaminan ke level terendah dan melonggarkan pembayaran denda keterlambatan pembayaran premi.

"Koordinasi, adaptasi, dan kalibrasi melihat perubahan, akan terus dinamis dengan perkembangan Covid-19 meski sudah masuk tahun ketiga. Awal pandemi, fokus KSSK adalah bagaimana menjaga stabilitas sistem keuangan dan pada saat yang sama mendukung daya beli masyarakat yang mengalami tekanan karena pandemi dan mendukung ketahanan dunia usaha menghadapi pukulan akibat pandemi," papar Sri Mulyani, yang juga Ketua KSSK.

Pada 2021, lanjut Sri Mulyani, arah kebijakan berubah yaitu mendorong pemulihan ekonomi. "Kalau 2020 lebih defensif dan menjaga stabilitas, maka 2021 mendorong dan mempercepat pemulihan," tuturnya.

Tahun ini, demikian Sri Mulyani, tentu ada dinamika terbaru. Ekonomi semakin pulih dan pemulihannya semakin merata, meski buka berarti tidak ada risiko.

Oleh karena itu, tambah Sri Mulyani, mungkin sudah saatnya bagi KSSK untuk merumuskan exit strategy. "Exit strategy kita rancang secara hati-hati berdasarkan data sehingga mampu mengantisipasi dengan akurat, kredibel. Ini dilakukan seiring penguatan pemulihan ekonomi nasional," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Corona Melandai Kok Jokowi Cemas? Wajar Kalau Lihat Data Ini!


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading