Konsumsi Pertalite Naik 30%, Wacana Subsidi Jalan Terus

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
01 February 2022 13:55
Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jensi RON 90 atau bensin Pertalite pada tahun 2021 mengalami kenaikan yang signifikan. Atau naik 30% dari tahun 2020 yang mencapai 18 juta Kilo Loiter (KL) menjadi 23 juta KL pada tahun 2021.

Sejatinya, peningkatan penggunaan BBM Pertalite itu buntut dari masyarakat yang cenderung lebih memilih bahan bakar yang lebih ramah lingkungan ketimbang bensin Premium.

Sampai pada November 2021 saja, penyerapan bensin Premium selama hanya sebesar 3,41 juta KL atau hanya sekitar 34,15% dari kuota Premium pada tahun itu sebesar 10 juta kl.


Pemerintah sejatinya memiliki wacana akan menghapus bensin Premium dan akan mengalihkan penggunaannya ke Pertalite. Namun, hal itu dibatalkan dan dengan secara alami bensin premium akan menghilang melalui upaya pemberian kompensasi kepada pembelian Pertalite.

Corporate Secretary Sub holding Commercial And Trading, Irto Ginting menyampaikan bahwa hasil dari pemberian kompensasi terhadap bensin Pertalite masih belum putus. "Kalau dengan Kemenko Perekonomian masih belum putus dan masih dalam pembahasan," terang Irto kepada CNBC Indonesia.

Yang jelas, kata Irto konsumsi Pertalite pada tahun 2021 itu mengalami peningkatan 30% dari yang tahun 2020 hanya 18 juta KL menjadi 23 juta KL.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyampaikan, bahwa untuk kompensasi Pertalite itu, saat ini Kemenko Perekonomian beserta Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN sedang membahas mengenai skema kompensasi tersebut.

"Termasuk pembahasan formula beserta Harga Jual Eceran (HJE) yang saat ini berlaku Rp 7.650 per liter. Hal ini juga akan mempertimbangkan kemampuan negara serta masyarakat terhadap pembelian BBM," terang Susiwijono kepada CNBC Indonesia.

Yang jelas, kata Susiwijono, untuk saat ini penjualan bensin Premium sudah mengalami penurunan yang tajam pada akhir tahun 2021 kemarin. Sementara untuk penjualan bensin Pertalite mengalami peningkatan. Nah, ini kata Susiwijono sebagai tahapan peralihan pada fase pertama dari program BBM Ramah Lingkungan.

"Sehingga masyarakat akan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dengan emisi yang lebih baik," ungkap dia.

Sementara itu, mengenai kompensasi Pertalite yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan oleh tiga Kementerian itu, tercantum di dalam pembahasannya termasuk harga dan formulanya.

"Dalam hal ini juga mempertimbangkan ICP serta MOPS yang masih cukup tinggi," tandas Susiwijono.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kompensasi Pertalite ke Pertamina, Harga Bisa Lebih Aman


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading