Harga Pertalite Bakal Diintervensi, Formula Disiapkan!

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
31 January 2022 14:40
Pengendara motor mengatre untuk mengisi bahan bakar Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (17/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menyiapkan kompensasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau bensin Pertalite. Kompensasi bensin Pertalite ini muncul karena pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal menghapus bensin jenis RON 88 atau bensin Premium pada tahun 2022 ini.

Dengan adanya pemberian kompensasi atas pembelian bensin Pertalite, pemerintah juga sedang membahas mengenai skema dan formula perubahan Harga Jual Eceran (HJE) Pertalite yang saat ini berlaku Rp 7.650 per liternya.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan formula untuk kebijakan tersebut. Hal ini perlu disiapkan karena mengukur inflasi yang ditimbulkan oleh kebijakan itu.


"Saya dengar bahwa Premium itu akan diganti Pertalite, otomatis Pertalite harus dilindungi harganya karena memang bentuk intervensi negara dalam pengelolaan sumber daya alam," ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Senin (31/1/2022).

Belum lama ini, Sekretaris K

ementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyampaikan, saat ini Kemenko Perekonomian beserta Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN sedang membahas mengenai skema kompensasi tersebut.

"Termasuk pembahasan formula beserta Harga Jual Eceran (HJE) yang saat ini berlaku Rp 7.650 per liter. Hal ini juga akan mempertimbangkan kemampuan negara serta masyarakat terhadap pembelian BBM," terang Susiwijono.

Yang jelas, kata Susiwijono, untuk saat ini penjualan bensin Premium sudah mengalami penurunan yang tajam pada akhir tahun 2021 kemarin. Sementara untuk penjualan bensin Pertalite mengalami peningkatan. Hal ini kata Susiwijono sebagai tahapan peralihan pada fase pertama dari program BBM Ramah Lingkungan.

"Sehingga masyarakat akan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dengan emisi yang lebih baik," ungkap dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Cuma Pertalite, Beli Solar Subsidi Juga Bakal Diatur


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading