Santoso Sumali Terseret Skandal BLBI, Satgas Sita Aset Rp13 M

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
28 January 2022 17:15
Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui satgas BLBI kembali melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur yang belum menyelesaikan utangnya ke negara. Ini terkait dengan pinjaman yang diterima pada saat krisis keuangan 1997-1998 silam.

Kali ini, penyitaan dilakukan oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta atas barang jaminan obligor Santoso Sumali. Aset yang disita berupa dua bidang tanah beserta bangunan di atasnya.

"Saat ini Tim Penilai sedang melakukan penilaian terhadap aset dimaksud. Namun, perkiraan awal nilai aset yang disita adalah sebesar kurang lebih Rp 13 miliar," ujar Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat DJKN Tri Wahyuningsih Retno Mulyani dalam keterangan resmi, Jumat (28/1/2022).


Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)Foto: Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)
Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)

Adapun total luas dua bidang tanah tersebut 848 meter persegi. Pertama, terletak di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya Kav. No. G1, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kedua, terletak di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya Kav. No. G12, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)Foto: Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)
Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)

Menurutnya, penyitaan ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI yang berasal dari obligor Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) Bank Metropolitan Raya dan PKPS Bank Bahari.

Adapun Santoso Sumali yang saat itu menjadi pemilik Bank Bahari memiliki total utang sebesar Rp 5,24 miliar kepada pemerintah. Namun, karena pembayaran tak kunjung dilakukan maka aset jaminan disita oleh negara.

Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)Foto: Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)
Satgas BLBI melakukan penyitaan aset barang jaminan obligor/debitur Santoso Sumali yang belum menyelesaikan utangnya di Jalan Pilar, Kompleks Perumahan Delta Kedoya. (dok. DJKN)

Sama seperti aset sitaan lainnya, DJKN akan menjual melalui mekanisme lelang. Hasil lelangnya akan dimasukkan ke kas negara sebagai penerimaan negara.

"Selanjutnya atas jaminan obligor Santoso Sumali yang telah dilakukan penyitaan akan dilanjutkan proses pengurusannya melalui mekanisme PUPN, yaitu dilakukannya penjualan secara terbuka (lelang) dan/atau penyelesaian lainnya," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Cs Siap Hadapi Gugatan Harjono Soal Utang BLBI!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading