'Orang Terkaya RI' Minta Uang ke Sri Mulyani, Untuk Apa?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
28 January 2022 17:10
Penyitaan aset jaminan PT Timor Putera Nasional (TPN). (Dok. Satgas BLBI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang terkaya Indonesia versi Menteri Keuangan Sri Mulyani, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban meminta tambahan anggaran untuk aktivitas Satuan Tugas Hak Tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Rionald yang juga sebagai Ketua Satgas BLBI menyatakan tahun ini makin banyak kegiatan penagihan dilakukan kepada obligor/debitur BLBI.


"Di 2021 anggaran kecil karena belum terlalu dibayangkan berapa besar kegiatan ini, sehingga 2022 kita sudah bicara sama bu menteri (minta anggaran tambahan)," ujarnya dalam bincang media, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, saat pembentukan Satgas BLBI pada April 2021 anggaran yang diberikan masih sedikit. Kemudian, saat dijalankan ternyata anggaran tidak cukup karena harus melakukan penagihan dan penyitaan ke banyak lokasi.

Sehingga dibutuhkan anggaran lagi yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan aparat yang melakukan penindakan. Ia menekankan, anggaran tambahan ini tidak untuk gaji para anggota satgas.

"Jadi saya nggak minta naik gaji lho. Ini khusus untuk operasional. Kalau nyita kan harus menyiapkan aparat dan siapkan gugatan dan segala macam," jelasnya.

Sebagai informasi, satgas BLBI dibentuk pemerintah dan mulai bekerja sejak 6 April 2021. Melakukan penagihan hak negara kepada para obligor/debitur yang belum menyelesaikan utangnya.

Dari penagihan ini, satgas BLBI sudah berhasil mengumpulkan Rp 15,1 triliun hingga awal tahun ini dari para pengemplang yang sudah menikmati dana BLBI. Jumlah ini setara 14% dari total tagihan yang harus dilakukan satgas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani ke Obligor BLBI: Tidak Bayar Utang itu Kezaliman!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading