Fenomena Mal Sepi, Aktivitas Belanja Beralih ke Online!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 January 2022 12:55
Toko Elektronik Makin Sepi Ulah Ekonomi Lesu (CNBC Indonesia/Efrem Siregar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan pola berbelanja masyarakat amat merubah bisnis ritel. Hal ini terlihat dari sepinya pengunjung dan tenant/toko di mal pada segmen elektronik yang dulunya ramai, misalnya terjadi di ITC Roxy hingga Mall Ambassador.

ITC Division Head Sinar Mas Land Christine Tanjungan mengakui bahwa banyak penyewa yang kini mengurangi lokasi tenant di mal akibat digitalisasi. Hal itu demi mengefektifkan beban biaya operasional.

"Contoh setiap lantai dulu mereka nyewa atau punya. Kalau ada 3-4 lantai mereka punya 4 toko, tapi sekarang dagang online mereka tetap mempertahankan 1-2 toko, sedangkan market yang lain mereka ambil dari online. Jadi lebih sedikit outlet atau dikurangi. Dengan teknologi kan dimungkinkan," sebutnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/1/22).


Hal ini mirip dengan kondisi perbankan, dimana ada pengurangan cabang hingga ATM, pasalnya masyarakat sudah lebih nyaman dengan sistem digital atau dalam jaringan (daring) melalui internet banking.

"Karena sudah ada transformasi orang berbelanja, otomatis pedagang harus cermat memutuskan biaya berdagangnya," jelas Christine.

Meski ada pengurangan tenant, namun kebanyakan pedagang tetap mempertahankan outlet dengan jumlah minimal. Selain sebagai tempat penyimpanan produk, pengunjung juga bisa memastikan langsung keberadaan tokonya. Jika tidak bisa menimbulkan keraguan atas kasus penipuan.

"Orang jualan tanpa orang pakai toko fisik mungkin pembeli akan takut, dianggap toko palsu. Pedagang perlu toko, ada di gedung yang orang familiar, sehingga belanja dengan toko fisik ada, jadi lebih merasa tenang," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mal Legendaris DKI Sepi Bak 'Kuburan', Ini Masalah Seriusnya


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading