Jangan Sampai PPKM Jakarta Naik ke Level 3, Atau......

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
28 January 2022 12:24
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/7/2021). Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri menjadi salah satu kelompok paling rentan masuk di lingkaran pandemi Covid-19. Para pekerja migran sebelumnya sudah melalui serangkaian prosedur prokol kesehatan serta terkonfirmasi negatif covid-19. Setibanya di Indonesia mereka pun harus mengikuti prosedur yang ada di bagian kedatangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 63 pekerja migran dibawa ke RSD. Wisma Atlet, Kemayoran untuk menjalani karantina selama delapan hari. Setelah itu mereka dapat pulang ke daerah asalnya masing-masing. Para pekerja migran berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Sumut, Lampung dan Bali.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Provinsi DKI Jakarta adalah wajah Indonesia. Dalam. hal pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), Jakarta pun menjadi barometer.

Kemarin, Kamis (27/1/2022), kasus positif harian Covid-19 mencapai 8.077 orang. Ini adalah rekor tertinggi sejak 2 September 2021.

Dari jumlah tersebut, 4.149 kasus datang dari Jakarta. Artinya, provinsi pimpinan Gubernur Anies Rasyid Baswedan ini menyumbang 51,37% dari kasus positif nasional, lebih dari separuh.


Oleh karena itu, tidak heran Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, menyebut Ibu Kota sebagai 'medan tempur' dalam penganan pandemi. Jika pandemi virus corona di Jakarta terkendali, maka wajah Indonesia secara keseluruhan akan terpoles.

Untuk meredam risiko penyebaran virus corona di Jakarta, pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan level PPKM. Saat ini Jakarta berada di PPKM Level 2 dan sedang dipikirkan untuk naik ke Level 3.

Jika Jakarta benar-benar naik ke PPKM Level 2, berikut sejumlah pembatasan yang bakal berlaku:

  • Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan secara terbatas, tidak lagi 100%.
  • Karyawan di sektor non-esensial dan non-kritikal maksimal 25%.
  • Pasar rakyat beroperasi dengan kapasitas 50% hingga pukul 17:00.
  • Pedagang kaki lima, toko kelontong, pangkas rambut, binatu (laundry). Pedagang asongan, bengkel, cucian kendaraan, dan lain-lain diizinkan beroperasi hingga pukul 21:00 dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • Warung makan, warteg, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 21:00, waktu makan maksimal 60 menit. Begitu pula dengan restoran, rumah makan, dan kafe.
  • Pusat perbelanjaan boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% hingga pukul 21:00. Anak berusia di bawah 12 tahun dilarang masuk.
  • Bioskop boleh beroperasi dengan kapasitas maksimal 50%, anak berusia di bawah 12 tahun dilarang masuk.

"Sementara PPKM di DKI dalam minggu ini masih tetap di Level 2 mengikuti wilayah Aglomerasi. Level PPKM tentunya dilakukan evaluasi tiap minggunya, seperti yang disampaikan Pak Menko minggu lalu bahwa mungkin saja DKI akan naik ke Level 3 minggu depan bila kenaikan kasus dan angka BOR (Bed Occupancy Rate, tingkat keterisian ranjang rumah sakit) di wilayah Aglomerasi juga naik," ungkap Jodi Mahardi, Juru Bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Halaman Selanjutnya >> Mobilitas Tinggi, Corona Mudah Menyebar

Mobilitas Tinggi, Corona Mudah Menyebar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading