Tangkal Krisis Batu Bara, Faisal Basri: Kenakan Pajak Ekspor!

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
26 January 2022 20:01
Hadapi Omicron Cs, Faisal Basri: Kebijakan Jangan Cepat Berubah! (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Permasalahan krisis batu bara yang sempat dialami oleh PT PLN (Persero) belum berhenti sampai di sini. Beberapa kalangan masih mempermasalahkan perihal suplai batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) yang belum maksimal dilakukan oleh perusahaan pertambangan batu bara.

Ekonom Senior, Faisal Basri angkat bicara perihal krisis batu bara yang sempat terjadi itu. Ia bilang, untuk mengurai hal tersebut diperlukan penerapan pajak ekspor bagi baty bara. Supaya, bisa memberikan pengelolaan batu bara yang adil di Indonesia.

Sebab, masalah yang terjadi saat krisis batu bara adalah, karena adanya gap harga antara harga pasar batu bara yang saat ini sedang tinggi dengan harga parokan DMO yang ditetapkan oleh pemerintah hanya US$ 70 per ton.


Dengan adanya pajak ekspor batu bara, menurut Faisal Basri, bisa menurunkan harga batu bara di dalam negeri.

"Indonesia punya amanat konstitusi namanya bumi, air, dan tanah dikuasai oleh negara tapi pro rakyat. Jadi negara hadir, negara berdaulat, negara punya otoritas, ambil sebagian dari benefit yang dinikmati oleh perusahaan batu bara. Sesederhana itu. Caranya apa? Cuma satu, bukan BLU (Badan Layanan Umum), sanksi. Tapi pajak ekspor," ungkap dia dalam Diskusi Media Krisis Batu Bara Dalam Negeri, Rabu (26/1/2022).

Dengan begitu Faisal menegaskan, bahwa kewajiban pemenuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri sebesar 25% dengan harga patokan US$ 70 per ton, dan skema BLU pungutan batu bara tidak perlu diterapkan.

"Kalau pemerintah enggak mau harga PLN diturunkan, cari saja satu pajak sehingga harga batu bara di dalam negeri turun. Selesai semua," tegas Faisal.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah memang tengah merancang skema melalui BLU pungutan batu bara. Melalui BLU Pungutan batu bara, harga batu bara dalam negeri yang saat ini dipatok US$ 70 per ton akan diubah. Harga pembelian batu bara akan dilepas ke harga pasar, mengikuti fluktuasi harga sewajarnya.

Dengan membeli batu bara sesuai pasar, PLN akan disubsidi melalui BLU pungutan batu bara tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Akhirnya Buka Keran Ekspor Batu Bara


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading