WHO Sampai Turun Tangan, Ada Apa Dengan Covid di Jakarta?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 January 2022 07:00
Kemacetan saat PPKM di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, (9/3/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Melihat perkembangan pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin mewanti-wanti banyak negara. Dalam Situation Report terbaru edisi 19 Januari 2022, WHO juga memperbarui pedoman antisipasi penyebaran virus corona varian omicron.

Diketahui varian ini adalah tersangka utama yang membuat kasus positif melonjak di Indonesia dan lebih dari 100 negara lainnya.

WHO menyarankan banyak negara untuk mulai meningkatkan pengawasan dan tes, mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi, memberlakukan kebijakan pembatasan sosial yang terukur, serta memberlakukan kebijakan penyesuaian perjalan.


WHO menilai sejauh ini pandemi virus corona di Indonesia masih terkendali. Ini terlihat dari tingkat penularan yang rendah di masyarakat (CT1) dalam 14 hari terakhir.

Kemudian, angka kematian juga terjaga tetap rendah meski kasus positif meningkat. Pada 10-16 Januari 2022, angka kematian di Indonesia bertahan di 0,01 kasus per 100.000 populasi.

Sementara di wilayah Jawa-Bali, angka kematian pada periode yang sama adalah 0,01 kasus per 100.000 populasi. Lebih sedikit dibandingkan sepekan sebelumnya yakni 0,02 kasus per 100.000 populasi.

Meski begitu, WHO juga memberi peringatan setelah meningkatnya kasus harian di wilayah Jawa-Bali dalam dua minggu terakhir.

"Sangat penting bagi pemerintah daerah untuk memonitor secara saksama risiko terjadinya klaster penularan dan mencegahnya menjadi penularan massal (outbreak). Penelusuran kontak untuk setiap kasus menjadi penting untuk dilakukan demi mencegah penyebaran varian omicron," sebut laporan WHO.

Laporan WHO juga memberikan segmen khusus Jakarta. Pada 16 Januari 2022, pasien yang dirawat di rumah sakit adalah 771 orang. Naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 758 orang. Sementara jumlah orang yang isolasi mandiri di Jakarta adalah 3.045 orang. Naik dari minggu sebelumnya yang sebanyak 3.011 orang.

Sementara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Jumat (21/1/2022) mengumumkan ada tambahan 2.604 kasus infeksi. Dengan begitu, total kasus konfirmasi mencapai 4.280.248. Tambahan 2.604 kasus hari ini lebih tinggi dibandingkan kemarin yang tercatat 2.116.

DKI Jakarta masih menyumbang kasus baru terbanyak hari ini, yaitu 1.484. Ini lebih tinggi dibandingkan kemarin yang tercatat 1.155. Disusul kemudian Jawa Barat (505), Banten (340), Jawa Timur (92), dan Bali (38).

Sementara itu, kasus sembuh bertambah 811 sehingga totalnya 4.121.928. Sedangkan kasus meninggal bertambah 2. Dengan begitu, sudah 144.201 orang sudah meninggal akibat Covid-19. Secara kumulatif, kasus aktif bertambah 1.791 menjadi 14.119.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Soroti Covid DKI Jakarta, Beri Warning


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading