Impor Gula Bakal Ditambah, Pengawasannya Gimana Nih?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
21 January 2022 09:15
Pekerja munurunkan gula pasir dari kapal India sebanyak 23 ribu ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Gula tersebut ditargetkan mulai mengisi pasar konsumsi menjelang bulan puasa dan lebaran agar dapat memenuhi lonjakan permintaan. CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berpeluang menambah kuota impor rafinasi tahun ini jika dibutuhkan. Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan rekomendasi izin impor gula rafinasi sebanyak 3,4 juta ton. Rekomendasi itu naik sekitar 200-300 ribu ton dibanding kuota impor tahun 2021 yang sebesar 3,1 juta ton. 

Selama ini industri makanan dan minuman menggunakan gula rafinasi sebagai bahan baku makanan, bukan gula konsumsi yang diperuntukkan kepada masyarakat umum. Selain itu, industri farmasi juga menggunakan jenis ini. Banyaknya industri yang menggunakan gula jenis ini, maka kebutuhan pun bakal meningkat setiap tahunnya. Karena itu, tidak menutup kemungkinan pemerintah menambah kuota impor di tengah jalan.

"Sesuai mekanisme neraca komoditas itu penetapan untuk kebutuhan atau neraca kebut gula ditetapkan dalam waktu setahun. Kalau ada perkembangan nanti bisa dilakukan review untuk mengantisipasi kalau ada hal-hal yang tidak sesuai rencana pada saat rakortas sebelumnya," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika pada Munas AGRI, Kamis (20/1/22)


Putu mengungkapkan, rekomendasi lebih besar diberikan karena industri makanan dan minuman terancam mengalami hambatan produksi sepanjang tahun 2022 ini jika pasokan gula tidak segera terpenuhi. Dia mengungkapkan, kabar terancamnya produksi di industri mamin berasal dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi).

"Tahun ini kami dari Kementerian Perindustrian mendapat laporan dari Gapmmi bahwa tahun 2022 industri makan dan minuman produk-produknya naik 5%. Berdasarkan proyeksi tersebut kita usulkan untuk kebutuhan industri jumlahnya 3,4 juta ton di 2022," katanya.

Gula kristal mentah (raw sugar)  impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Gula kristal mentah (raw sugar) impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Gula kristal mentah (raw sugar) impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pengiriman gula rafinasi pun sempat terkendala akibat penyesuaian aturan penerapan Permendag Nomor 20 Tahun 2021. Namun, saat ini persoalan tersebut sudah terselesaikan.

"Per bulan estimasi kebutuhan gula rafinasi 200-300 ribu. Saat Hari Raya akan ada penambahan sekitar 10%. Izin impor baru Januari, proses dalam importasi, sebagian memang sudah ada di Indonesia, kisaran 250 ribu di Indonesia," kata Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan.

"Idealnya kebutuhan 2022 memang harus clear akhir 2021 karena kita mempertimbangkan ada negara-negara penghasil bahan baku di luar Asean seperti Brazil, Afrika," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pabrik Kopi-Ciki Krisis Bahan Baku Gula Rafinasi, Kok Bisa?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading