Internasional

Simak, WHO Beri Ramalan Melegakan soal Pandemi Tahun Ini

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 January 2022 07:20
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membawa kabar sedikit melegakan soal pandemi. Meski, menegaskan bahwa Covid-19 memang tidak akan pernah bisa hilang, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakhiri status darurat di 2022 ini.

Hal ini dikatakan salah satu pejabatnya dalam agenda Agenda Davos yang berlangsung secara virtual awal pekan ini. Status pandemi bisa diubah menjadi endemi.




"Kita tidak akan mengakhiri virus tahun ini. Namun yang dapat kita akhiri adalah 'darurat kesehatan masyarakat'," kata Direktur Darurat WHO Michael Ryan, dikutip CNBC International, dikutip Jumat (21/1/2022).

"Ini, kematian, rawat inap, gangguan yang menyebabkan tragedi. Bukan virus. Virus adalah kendaraan."

Meski menjadi endemi, ia tetap meminta semua orang waspada. Sekali lagi, ia meminta warga dunia sadar akan pentingnya vaksinasi.

"Endemik tidak berarti 'baik', itu hanya berarti 'di sini selamanya'," tambahnya.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tak ada yang harus mati. Itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan saya. Itulah akhir dari pandemi."

Dari data WHO pekan ini, Omicron meningkatkan kasus global hingga 20% dalam seminggu ini. Meski gejala ringan dibanding Delta, Omicron menular sangat cepat dan mengancam kelompok yang tidak divaksin dan memiliki komorbid.

Kenaikan kasus masih didominasi Amerika Utara dan Eropa. Kemarin Jerman mencatat 100.000 kasus sehari sedangkan Prancis 400.000 sehari.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Sebut Omicron Ubah Arah Pandemi, Seperti Apa?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading