Internasional

Top Putin, Rusia Hukum Pedofil ke Kutub & Kerja Paksa

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
19 January 2022 17:00
Gedung Kremlin di Moskow, Rusia

Jakarta, CNBC Indonesia - Hukuman berat akan diberikan Rusia kepada residivis pedofil. Mereka akan diberikan hukuman penjara seumur hidup di kawasan Kutub Utara.

Rencana pengetatan hukuman ini dilakukan pasca seorang anak berusia lima tahun diperkosa dan dibunuh pekan lalu. Peristiwa itu membuat parlemen Rusia menggodok UU memenjarakan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak di kawasan Antartika.

Pedofil juga terancam hukuman tambahan berupa kerja paksa. Mereka akan dikirim ke tambang Siberia untuk menjalani hukuman nanti.

"Langkah-langkah lebih keras (diperlukan) dengan mengirim semua pedofil ke daerah Kutub," tegas Ketua Parlemen Rusia Vyacheslav Volodin dikutip dari Daily Star, Rabu (19/1/2022).

Sebelumnya, seorang anak perempuan bernama Veronika Nikolayeva mengalami dibunuh setelah dilecehkan seorang pedofil dan kekasihnya. Penculikan anak tersebut sempat terekam video, saat Veronika sedang bermain dekat tempat kerja ibunya.

Dalam video tersebut, Veronika terlihat melawan para penculik. Akan tetapi, orang di sekitarnya tidak memperhatikan kejadian tersebut hingga akhirnya Veronika dibawa ke penginapan para pelaku.

Jenazah Veronika ditemukan pada tas ransel kedua pelaku yang berencana membuangnya. Pihak berwenang menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus tersebut yaitu Denis Gerasimov (44) dan Vadim Belyakov (24).

"Salah satu pria yang ditahan ternyata seorang pedofil yang sebelumnya dihukum (residivis). Mari kita lakukan segala cara untuk memperkuat hukum dan memberi hukuman seumur hidup kepada pedofil mulai Januari ini," ujarnya.

Volodin mendukung keinginan masyarakat agar para pedofil dikirim ke daerah kutub untuk menjalani hukuman mereka. Menurutnya, pedofil tidak layak disebut manusia dan harus dihukum keras karena perbuatannya.

"Mereka yang dihukum karena kejahatan semacam itu harus menjalani hukuman seumur hidup dalam kondisi paling keras - di kawasan utara yang ekstrem (Rusia) atau di tambang. Mereka harus menjalani siksaan kerja yang paling keras, agar terus ingat kejahatan yang mereka lakukan setiap hari dan menyesalinya," katanya.

Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Rusia memang sedang dalam tren naik. Komisaris Presiden Rusia untuk Hak-hak Anak Maria Lvova-Belova berkata, serangan seks terhadap anak-anak dan remaja di negara itu telah meningkat 79% dalam delapan tahun terakhir.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Latihan Militer Besar-Besaran, Mau Perang?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading