Internasional

Wahai Negara Muslim, Ada Pesan Taliban Mohon Disimak!

News - sef, CNBC Indonesia
19 January 2022 16:40
Taliban flag is seen placed in the uniform of a Taliban soldier at an amusement park in Kabul, Afghanistan, September 13, 2021. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Taliban Mohammad Hassan Akhund menyerukan negara-negara muslim mengakui secara resmi pemerintahan kelompok tersebut. Sebelumnya Taliban merebut pemerintahan Afghanistan Agustus 2021.

"Saya menyerukan negara-negara Muslim untuk memimpin dan mengakui kami secara resmi," katanya dikutip AFP, Rabu (19/1/2022). "Kemudian saya berharap kami dapat berkembang dengan cepat."




Ia menegaskan pengakuan ini penting. Bukan untuk para pejabat tapi warga Afghanistan.

Menurutnya Taliban telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan. Dirinya mengklaim kelompok itu telah memulihkan perdamaian dan keamanan.

Afghanistan sendiri kini tengah berata di ujung tanduk. Negara itu terancam bencana kemanusiaan.

Apalagi Barat membekukan bantuan. Ini juga termasuk akses ke aset yang disimpan ke luar negarei.

Rakyat pun banyak yang kehilangan pekerjaan. Pekerja pemerintah bahkan belum dibayar selama berbulan-bulan di negara yang hampir seluruhnya bergantung pada bantuan asing, di bawah pemerintah sebelumnya yang didukung AS.

Negara-negara global melakukan tindakan tersebut karena ketidakpercayaan ke rezim yang dikhawatirkan mendukung terorisme. Apalagi beberapa, termasuk Akhund, masuk dalam dastar tokoh yang disanksi international.

Sementara itu, Desember 2021, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menolak untuk secara resmi mengakui pemerintah Taliban. Bahkan 57 negara angora mengeluarkan menteri luar negeri baru Taliban dari foto resmi yang diambil selama acara tersebut.

Namun, OKI berjanji untuk bekerja dengan PBB untuk mencoba ratusan juta dolar aset Afghanistan yang dibekukan. Namun OKI mendesak penguasa Afghanistan baru itu untuk mematuhi kewajiban internasional terutama mengenai hak-hak perempuan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Taliban Kuasai Afghanistan, Warga Dapat Surat Hukuman Mati


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading