Internasional

Covid Eropa Kian Gila, Jerman-Prancis Meledak Ratusan Ribu

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 January 2022 14:10
Medical staff transfer a patient in need of an ECMO (extracorporeal membrane oxygenation) life support unit for a CT examination at the coronavirus disease (COVID-19) Intensive Care Unit (ICU) of the

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 Jerman makin menggila. Bahkan dalam pengumuman terbaru, kasus baru menembus 100.000 lebih dalam 24 terakhir.

Robert Koch Institute mencatat ekonomi terbesar Eropa itu mencatat 112.323 kasus dengan 239 kematian, Rabu (19/1/2022). Tingkat kejadian mingguan mencapai 584,4 infeksi baru per 100.000 orang selama tujuh hari.




Kenaikan kasus dipicu oleh mewabahnya Omicron. Varian baru Covid-19 itu menyumbang 70% infeksi baru.

Meski Kanselir Jerman Olaf Scholz berusaha memperkenalkan vaksinasi wajib untuk meningkatkan kekebalan dari 83 juta penduduk, resistensi tetap muncul di negeri itu. Jerman sendiri mencatat 60 juta warga telah divaksinasi penuh.



"Saya, percaya bahwa itu (vaksinasi) perlu dan akan secara aktif mendorongnya," kata Scholz kepada parlemen pekan lalu, dikutip AFP.

Mengutip Worldometers, sejak pandemi Jerman mencatat total 8 juta lebih kasus Covid-19 dengan total 116.610 kematian. Saat ini ada 920 ribu lebih kasus aktif dengan 3.212 serius.

Ledakan tak hanya terjadi di Jerman tapi juga Prancis. Selasa, (18/1/2022), Public Health France melaporkan temuan sebanyak 464.769 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Angka ini juga otomatis menaikkan angka rata-rata terbaru mingguan menjadi lebih dari 300 ribu sehari. Sama dengan Jerman, kenaikan disebabkan penularan varian Omicron.

"Kami belum pernah melihat angka seperti itu sejak awal krisis kesehatan," kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier VĂ©ran kepada para senator, dikutip AFP.

Sementara itu, lonjakan kasus ini telah memaksa pemerintah memperketat kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satunya pengetatan protokol pengujian dan juga isolasi Covid-19 bagi tenaga pengajar yang menjadi kontak dekat.

Hal ini mengundang reaksi keras dari pihak serikat guru yang bahkan merencanakan aksi pemogokan. Mereka menyebut pemerintah gagal dalam menetapkan aturan yang jelas yang akan membuat sebanyak mungkin siswa tetap bersekolah.

Di data Worldometers, Prancis mencatat 14,7 juta kasus Covid-19 sejak pertama kali mewabah. Di mana ada 127 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid-19 Eropa 'Menggila', Jerman hingga Belanda Meledak


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading