Begini Skenario Pandemi Covid-19 Berakhir Seperti Flu Biasa

News - Feri Sandria, CNBC Indonesia
18 January 2022 17:35
People celebrate as they queue up for entry at the Viaduct Bar in Leeds, after the final legal coronavirus restrictions were lifted in England at midnight, Monday, July 19, 2021. (Ioannis Alexopoulos/PA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak pakar kesehatan masyarakat mengantisipasi dunia masih akan menghadapi pandemi Covid-19 di masa mendatang. Namun, bukan berarti pandemi tidak akan berakhir.

Sebaliknya, kondisi pandemi yang saat ini terjadi kemungkinan akan menjadi endemi. Berarti Covid-19 akan terus beredar di antara populasi dengan lebih dapat diprediksi.

Penyakit ini pada akhirnya bisa menjadi lebih mirip dengan penyakit rutin seperti flu atau pilek. Semua, penyakit umum yang kurang merusak dan mematikan daripada Covid-19 sekarang, kata ahli virologi dan ahli epidemiologi.


Pada Senin (17/1/2022), Dr. Anthony Fauci selaku penasihat medis utama Presiden Joe Biden untuk Covid, menjelaskan di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) terkait potensi di mana virus menjadi endemik tahun ini. Artinya virus masih beredar tetapi tidak mengganggu masyarakat.

Di tengah wabah Omicron yang mulai merajalela, Dr. Fauci mengatakan banyaknya kasus dapat memiliki efek signifikan pada kekebalan kolektif, tetapi menambahkan, "ini adalah pertanyaan terbuka apakah Omicron akan menjadi penyebab [terjadinya endemi] atau tidak". Dr. Fauci juga berharap skenario ini dapat terjadi dengan tidak muncul varian baru lagi.

Setelah memporak-porandakan Amerika Serikat (AS), Covid-19 Omicron mulai menjalar ke belahan dunia lain. Misalnya di Eropa terjadi kenaikan jumlah kasus positif signifikan beberapa pekan terakhir. Dua kawasan lain yang juga mulai merasakan dampak kenaikan termasuk Timur Tengah dan Amerika Selatan.

Sementara itu, kawasan Asia Pasifik termasuk yang mengalami kenaikan terkecil dengan catatan penambahan hanya sebanyak 11 kasus baru untuk 100.000 penduduk. Hal ini salah satunya terbantu oleh kebijakan zero covid yang diberlakukan pemerintah China yang menyatakan mendeklarasi kemenangan atas wabah di kota Xi'an setelah sukses melakukan penguncian wilayah (lockdown), terlepas dari berbagai konsekuensi lain yang perlu dibayar.

Penyebaran kasus covid secara globalFoto: The New York Times

 

Dengan para pejabat yang gelisah menanti awal Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Beijing, lebih dari 20 juta orang di setidaknya di lima kota tetap taat melaksanakan aturan penguncian wilayah.

Selain itu, India juga melarang kampanye politik dengan massa besar selama seminggu karena lonjakan kasus yang terjadi, terutama di daerah perkotaan. Tetapi pejabat pemilu mengatakan pemilihan majelis lokal di lima negara bagian, yang mewakili total populasi sekitar 250 juta, akan berjalan sesuai rencana mulai Februari.

Meski dengan kenaikan drastis semenjak pertama kali Covid-19 Omicron dideteksi dan jumlah kasus harian yang dirata-ratakan dalam sepekan nyaris menembus 3 juta kasus baru, jumlah kematian akibat Covid-19 cenderung masih datar.

Peningkatan infeksi baru covid vs kasus kematianFoto: The New York Times

Hal ini salah satunya didukung oleh vaksin yang mulai tersebar secara luas.

Meski vaksin efektif untuk mencegah penyakit parah dan kematian, WHO memperingatkan agar masyarakat tidak terlena dan jangan memperlakukan virus tersebut seperti flu musiman, karena masih banyak yang belum diketahui - terutama mengenai tingkat keparahan penyakit di daerah dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

Apa Makna Endemik bagi Ekonomi?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading