Anomali! Harga Gula Tak Biasanya Ngamuk di Awal Tahun

News - damiana cut emeria, CNBC Indonesia
14 January 2022 13:45
Sugar canes lie stacked in a field, on the outskirts of Ganthier, Haiti April 28, 2018. REUTERS/Andres Martinez Casares

Jakarta, CNBC Indonesia - Meningkatnya curah hujan di awal tahun 2022 diharapkan bisa memacu produksi gula nasional. Naik dari tahun 2021 yang diprediksi melampaui 2,4 juta ton. Angka itu meningkat dari tahun 2020 yang hanya sekitar 2,13 juta ton.

"Kemungkinan musim giling tahun ini di bulan Mei. Sekarang tebunya masih fase pertumbuhan, fase generatif. Masih butuh curah hujan 100-150 mm per bulan. Jadi, curah hujan saat ini pas untuk kebutuhan tebu," kata Sekretaris Eksekutif Dwi Purnomo Putranto kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/1).

Barulah pada fase pemasakan tebu, curah hujan diharapkan semakin berkurang, dan kering sepenuhnya saat musim giling nanti.


"Kalau sudah masuk pemasakan harus di bawah 100 mm per bulan. Dengan curah hujan yang pas dan normal saat ini, harapannya rendemen akan bagus nanti saat musim giling. Pas musim giling kita harapkan kering sama sekali," kata Dwi.

Pada 2021, kata dia, hingga 14 Desember 2021, luas tebu nasional mencapai 448.831 hektare dengan total tebu tergiling 32,15 juta ton. Dengan 5,44 ton gula kristal putih (GKP) dihasilkan per hektare, produksi mencapai 2,41 juta ton.

"Rendemen di tahun 2021 juga bagus karena cuaca mendukung. Selain karena cuaca, mulai beproduksinya pabrik gula (PG) baru milik swasta turut berperan," ujar dia.

Gula kristal mentah (raw sugar)  impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Gula kristal mentah (raw sugar) impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Gula kristal mentah (raw sugar) impor (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Terkait stok, menurut dia, PG-PG milik BUMN diprediksi memiliki stok fisik di gudang sekitar 1 juta ton GKP di bulan November 2021.

"Kalau konsumsi GKP nasional sebulan adalah sekitar 230 ribu ton, berarti di awal tahun 2022 hanya ada sekitar 800 ribu ton stok fisik. Untuk stok di pedagang dan PG swasta saya tidak tahu. Tapi, seharusnya jika stok ini ada, tidak ada lagi lonjakan harga setelah Nataru," kata Dwi.

Situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, dibandingkan sehari sebelumnya, harga rata-rata gula pasir nasional pada 14 Januari 2022 naik 0,65% menjadi Rp15.450 per kg gula pasir premium dan naik 0,36% jadi Rp13.800 per kg gula pasir lokal. Harga ini di atas acuan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500 per kg di tingkat konsumen.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Kiamat' Gula Impor Bakal Hantam RI, Petani Menjerit!


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading