Internasional

Resesi Seks Makin Ngeri? Penggunaan Kondom 'Longsor' Mas Bro!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 January 2022 08:10
condom

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen kondom terbesar dunia, Karex Bhd, mencatat longsornya penggunaan alat kontrasepsi itu bahkan hingga mencapai 40%. Ini terjadi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 melanda.

Dalam laporan Nikkei Asia, Chief Executive Officer (CEO) Karex, Goh Miah Kiat, mengatakan aktivitas seksual menggunakan kontrasepsi tidak meningkat. Meski, corona mengunci orang-orang untuk tinggal di rumah guna mengekang penyebaran virus corona.


"Penutupan hotel dan klinik non-esensial seperti pusat kesehatan seksual selama pandemi, bersama dengan berbagai pemerintah yang menangguhkan program pemberian kondom, berkontribusi pada penurunan penjualan kondom Karex," kata Goh, menurut laporan yang dikutip Bangkok Post, Selasa (11/1/2022).

Ini berbeda dengan ramalan Karex sebelumnya. Di mana perusahaan memperkirakan permintaan kondom akan tumbuh dua digit karena pemerintah di seluruh dunia memberlakukan lockdown.

Karex adalah perusahaan berbasis di Malaysia. Karex membuat satu dari setiap lima kondom di seluruh dunia. Karex memproduksi untuk merek seperti Durex, serta lini kondom khusus seperti yang rasa Durian. Ini menghasilkan lebih dari 5 miliar kondom per tahun dan mengekspornya ke lebih dari 140 negara. 

Namun pandemi kini memaksa perusahaan beralih ke bisnis pembuatan sarung tangan medis karena melonjaknya permintaan. Perusahaan rencana untuk memulai produksi di Thailand pada pertengahan tahun 2022.

Sebelumnya sejumlah penelitian menunjukkan 'resesi seks', memang terjadi di sejumlah negara. Istilah ini merujuk pada menurunnya mood pasangan untuk melakukan hubungan seksual, menikah dan punya anak, mengutip istilah koresponden CNBC International.

Resesi sendiri merupakan istilah ekonomi yang menunjukkan kemerosotan. Di mana produk domestik bruto turun atau ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Di Amerika Serikat (AS), data terbaru melaporkan jumlah anak muda Negeri Paman Sam yang tidak berhubungan seks meningkat lebih dari dua kali lipat akhir November 2021. Dari 8% menjadi 21%.

China juga melaporkan hal yang sama. Dari data yang dirilis November 2021, di tahun 2020, Negeri Tirai Bambu itu bahkan mencatatkan angka kelahiran terendah dengan rata-rata kelahiran adalah 0,852% atau turun di bawah 1% untuk pertama kalinya sejak 1978 atau terendah dalam 43 tahun.

Tak hanya di dua negara adidaya itu, sejumlah negara Asia juga melaporkan kondisi serupa. India melaporkan Total Fertility Rate (TFR) negara itu yang dalam kondisi menurun dari 2,2 menjadi 2. Peneliti Negeri Hindustan mengatakan hal ini paling signifikan didorong oleh program keluarga berencana yang masif dilakukan di sana.

Setelah India, ada juga Malaysia yang melaporkan menurunnya TFR menjadi 1,7 bayi tahun 2020 dari yang sebelumnya 1,8 bayi pada 2019. Kepala statistik Datuk Seri Dr Mohd Uzir Mahidin mengatakan bahwa penurunan ini disumbangkan oleh peningkatan tingkat pendidikan dan bertambahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fenomena 'Resesi Seks' di China Makin Parah


(tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading