Bukan Main, Nikah Zaman Pandemi Makin Mahal, Biaya Naik 50%!

News - damiana cut emeria, CNBC Indonesia
11 January 2022 07:45
Luasnya Penyebaran Virus corona di Indonesia Termasuk Kota Jakarta sangat berpengaruh terhadap omzet pendapatan para tukang jahit gaun pengantin di Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bukan tanpa alasan, sepinya pelanggan akibat aturan Pemerintah dengan merumahkan hampir seluruh ASN, kebijakan yang wewajibkan setiap warga harus tetap berdiam diri dirumah jika tidak ada keperluan penting di luar rumah.    

Serta rasa takut warga beraktivitas di luar rumah menjadi faktor omzet penjahit di Mayestik terus menurun.

Aris salah satu penjahit di Mayestik mengatakan, hampir 4 bulan terakhir ini omzet pendapatannya menurun drastis akibat adanya pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia bahkan di Kota Jakarta sendiri.

Menurutnya, turunnya pendapatan para tukang jahit lantaran sepinya pelanggan yang datang akibat adanya pandemi ini.    

Aris mengatakan kebanyakan pelanggan yang dimiliki biasanya datang kalangan anak muda atau yang ungin menikah dengan mendesain baju pengantin yang di minginkan konsumen.

Namun dengan adanya peraturan pemerintah yang merumahkan hampir seluruh ASN dan kebijakan bagi warga untuk berdiam di rumah masing-masing secara langsung berdampak pada omzet penjualnnya.  

Aris mengaku, jika hari biasanya sebelum masuknya COVID-19 di Indonesia pendapatanya bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 45 juta perbulan. Setelah masuknya COVID-19 pemasukan hanya 1,5 juta perbulan.

Pihak pengelola gedung berinisiatif memberikan keringanan berupa pembayaran ruko sewa sebedar 50% hingga waktu yang belum ditentukan. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 ternyata bikin biaya menikah juga semakin mahal. Meski ketentuan PPKM membatasi jumlah tamu yang diizinkan hadir saat akad - resepsi pernikahan, pengantin tetap harus merogoh kocek lebih dalam.

Pasalnya, untuk biaya katering saja, penyedia jasa sudah menaikkan harga sekitar Rp100-150 ribu per pax. Ini khususnya untuk penyedia jasa boga segmen menengah ke atas. Biasanya sekitar Rp 200 ribu per pax, maka ada kenaikan sekitar 50% dari harga sebelumnya.

"Kalau bicara biaya, untuk middle up bisa saya konfirmasi memang ada kenaikan untuk katering. Karena aturan PPKM, memang sekarang dilarang untuk makan di tempat. Makanan dibawa pulang,kata Sekretaris Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia R. Puthut Sigit Wicaksono kepada CNBC Indonesia, Senin (10/1)


Luasnya Penyebaran Virus corona di Indonesia Termasuk Kota Jakarta sangat berpengaruh terhadap omzet pendapatan para tukang jahit gaun pengantin di Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Bukan tanpa alasan, sepinya pelanggan akibat aturan Pemerintah dengan merumahkan hampir seluruh ASN, kebijakan yang wewajibkan setiap warga harus tetap berdiam diri dirumah jika tidak ada keperluan penting di luar rumah.    Serta rasa takut warga beraktivitas di luar rumah menjadi faktor omzet penjahit di Mayestik terus menurun.Aris salah satu penjahit di Mayestik mengatakan, hampir 4 bulan terakhir ini omzet pendapatannya menurun drastis akibat adanya pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia bahkan di Kota Jakarta sendiri.Menurutnya, turunnya pendapatan para tukang jahit lantaran sepinya pelanggan yang datang akibat adanya pandemi ini.    Aris mengatakan kebanyakan pelanggan yang dimiliki biasanya datang kalangan anak muda atau yang ungin menikah dengan mendesain baju pengantin yang di minginkan konsumen.Namun dengan adanya peraturan pemerintah yang merumahkan hampir seluruh ASN dan kebijakan bagi warga untuk berdiam di rumah masing-masing secara langsung berdampak pada omzet penjualnnya.  Aris mengaku, jika hari biasanya sebelum masuknya COVID-19 di Indonesia pendapatanya bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 45 juta perbulan. Setelah masuknya COVID-19 pemasukan hanya 1,5 juta perbulan.Pihak pengelola gedung berinisiatif memberikan keringanan berupa pembayaran ruko sewa sebedar 50% hingga waktu yang belum ditentukan. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Foto: Penjahit Gaun Pengantin (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Luasnya Penyebaran Virus corona di Indonesia Termasuk Kota Jakarta sangat berpengaruh terhadap omzet pendapatan para tukang jahit gaun pengantin di Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Bingkisan atau hamper tamu pernikahan, meski untuk tamu yang lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi, justru bisa menghabiskan biaya serupa, bahkan lebih besar.

"Ada kenaikan biaya karena tamu membawa hamper. Selain bahan pokok makanan katering yang naik, dengan hamper berarti ada effort lebih. Diantaranya, menyangkut kemasan," kata Sony.

Padahal, biaya katering berkontribusi 50% bahkan bisa 60% terhadap biaya pernikahan. Bisa dibayangkan jika untuk katering saja naik Rp100-150 ribu per pax.

"Katering sebelum pandemi itu kuantitas, saat pandemi ke kualitas. Memang, jumlah tamu berkurang, tapi karena dibawa pulang, pengantin maunya yang terbaik. Menunya dinaikkan. Makanya, biaya katering sekarang naik jadi sekitar Rp200-300 per pax. Dari informasi saya lihat naik karena biaya pokok (produksi) dan karena menunya di-upgrade," kata Sony.

Biaya hamper juga masih tergantung desain. Pengantin bisa meminta wedding planner agar menyiapkan hamper versi simpel atau lux. Simpel, berarti kemasan dan desain serta makanan yang disiapkan adalah sederhana.

"Tapi, ada juga yang mau desain, kertas, dan isinya (menu) lux. Makanannya misalnya di-upgrade. Kalau sederhana, biayanya Rp250 - 270 ribu per hamper untuk 1 undangan bisa 2 orang. Sedangkan hamper lux bisa mencapai Rp350-400 ribu per hamper," tutur dia.

Ini masih di luar biaya venue hingga jasa wedding organizer atau wedding planner. Yang tentu beragam tergantung kelas, skala, dan pengalaman. Artinya, biaya pernikahan ditentukan venue, katering, dan menggunakan wedding organizer atau justru wedding planner.

"Tahun lalu, biaya pernikahan dengan venue gedung pertemuan untuk 300-an tamu bisa berkisar Rp300-400 juta. Jika venue di hotel berkelas, dengan tamu 600-an bisa mencapai Rp1 miliar, bahkan Rp2 miliar. Tentu berbeda jika resepsi di rumah, tidak ada biaya venue tapi ada biaya dekorasi, tenda dan sebagainya," kata dia.

Untuk jasa wedding organizer, berkisar Rp15-20 juta, bahkan bisa Rp50 juta jika sudah dikenal dan berpengalaman.

"Jasa wedding organizer itu ada yang untuk hari-H saja. Jadi biaya tergantung. Lalu, ada wedding planner, yang bekerja sejak awal si calon pengantin dan keluarganya menetapkan rencana pernikahan. Wedding planner juga jadi tempat konsultasi teknis dan psikologis," kata Sony.


[Gambas:Video CNBC]

(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading