Awas Pak Mendag! Perajin Tahu-Tempe Berencana Mogok Nih!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
10 January 2022 18:37
Suarso (68) menyelesaikan pembuatan tempe di kawasan Jakarta, Rabu (15/12/2021). Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan, ketersediaan kedelai untuk bahan baku tempe dan tahu dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal 2021 dan tahun baru 2022. Bahkan, Kemendag memperkirakan pasokan kedelai akan terjaga sampai kuartal I 2022.“Pasokan kedelai dari negara eksportir cukup baik. Saat ini negara produsen tengah memasuki masa panen, sehingga kami optimis pasokan kedelai akan cukup hingga kuartal pertama 2022,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan dikutip dari website resmi Kementerian Perdagangan.
Namun, ia tak merinci berapa jumlah pasokan kedelai yang tersedia saat ini. Ia hanya menyatakan dengan kecukupan pasokan itu, pihaknya memperkirakan harga kedelai stabil.
Sementara itu berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada akhir November 2021 di sekitar USD12,17 per bushels atau setara USD446 per ton, turun dibanding awal Juni 2021 yang tercatat sebesar US$15,42 per bushel setara US$566 per ton.

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kedelai belakangan ini kian melambung, akibatnya perajin tahu dan tempe harus menerima beban tingginya harga bahan baku. Berkaca dari kejadian tahun lalu dimana perajin sampai melakukan mogok produksi, hal tersebut juga bisa kejadian di tahun ini jika harga kedelai masih terus tinggi.

"Awal tahun lalu, Januari, kita mogok produksi. Saya lagi mikir, teman-teman mau ngajak seperti itu, tapi saya bilang jangan lah, kasihan ini masyarakat Indonesia lagi ada covid, biar kami teriak-teriak ke pemerintah minta bantuan gimana ini solusinya," kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin kepada CNBC Indonesia, Senin (10/1/22).

Suara untuk mogok justru datang dari akar rumput kalangan perajin. Tujuannya agar pemerintah menaruh perhatian dan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, bukan hal mudah karena ratusan juta masyarakat Indonesia mengonsumsi dua komoditas itu.


Meski demikian, perajin akan bertindak tegas jika tidak ada pergerakan berarti dari pemerintah. Pasalnya, banyak perajin yang terancam bangkrut karena himpitan kondisi. Mereka pun memberi deadline atau tenggat batas waktu.

"Saya masih tunggu sampai akhir bulan ini, kalau nggak ada komen atau bantuan konkrit, baru saya teriak bikin press rilis kami akan mogok karena pemerintah nggak membantu. Tanggal 20 mau rapat koordinasi seluruh Indonesia, nanti hasilnya sikap kita gimana, mau mogok apa gimana," sebut Aip.

Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan "minyak goreng 2 liter kemasan mencapai Rp.38-40 ribu itu kalo sedang ada promo di swalayan, tapi kalau tidak promo harga Rp. 40 ribu keatas. Untuk penjualan Ira tetap menjualnya 1 gorengan Rp.1.500 sedangkan untuk modal berjualan biasanya Rp. 600 ribu sekarang menjadi Rp.800 ribu.Harga ini tentu naik sangat tinggi dibandingkan sebelumnya dan cukup menyulitkan dirinya sebagai penjual makanan. "Kalau ukuran gorengan dikecilin, pasti protes. Padahal bukan hanya minyak goreng yang mahal," tutur Ira. Keluhan sama juga diungkapkan penjual gorengan keliling lain. Ferdi (29) mengaku "selalu membeli minyak kemasan untuk menjamin gorengan yang dijualnya enak. "Apalagi saya jualan di dekat perkantoran. Jadi enggak enak kalau pakai minyak goreng curah," tuturnya. Ferdi juga mengaku keberatan dengan harga yang serba mahal, baik minyak goreng maupun komoditas lain. Ia mengaku tidak bisa menaikkan harga makanan dan gorengan yang dijualnya. Untuk itu ia sangat berharap agar harga minyak goreng bisa segera turun atau digelar operasi pasar. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Senada, Ketua Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan Indonesia (SPTP I) Jakarta Barat, Mu'alimin juga belum akan mengambil langkah untuk mogok. Namun, ada harapan pemerintah bisa segera bertindak.

"Untuk saat ini kayanya belum ada rencana mogok, masih tenang aja, kita cari jalan keluarnya dengan cara mengecilkan ukuran (tempe), kalo kenaikan harga susah," ungkap Mu'alimin.

Harga bahan baku kedelai memang terus mengkhawatirkan. Berdasarkan situs Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga kedelai lokal di pasar Pasar Minggu, Jakarta pada 9 Januari 2022 adalah Rp13.000 per kg, sama dengan harga sehari sebelumnya. Sementara, kedelai impor dihargai lebih mahal, yakni Rp14.000 per kg, juga tidak berubah dari sehari sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Tempe Apa ATM? Gegara Kedelai 'Ngamuk' Tempe Makin Tipis


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading