Ini Tempe Apa ATM? Gegara Kedelai 'Ngamuk' Tempe Makin Tipis

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
10 January 2022 14:54
Ilustrasi pembuatan tahu dan tempe. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kedelai sudah membuat perajin tahu dan tempe kian menjerit. Tingginya banderol komoditas ini memaksa perajin untuk pintar-pintar dalam memproduksi, jika tidak maka bakal mengalami kerugian. Salah satu caranya adalah mengatur ukuran kedelai.

"Kita siasati dengan mengecilkan ukuran, kalau untuk menaikkan harga kemungkinan susah, tetep mengecilkan ukuran dan pasrah, nunggu kapan bisa turun lagi," kata Ketua Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan Indonesia (SPTP I) Jakarta Barat, Mu'alimin kepada CNBC Indonesia, Senin (10/1/22).

Kesulitan yang dimaksud karena kerap mendapatkan protes dari pedagang maupun pembeli di pasar. Padahal, harga produksi sudah naik pesat.


Saat ini perajin harus membeli kedelai dengan harga Rp 1.050.000/kuintal, atau Rp Rp 10.500/kg, padahal harga normalnya di kisaran Rp 6.000 per kg hingga Rp 7.000 per kg. Artinya, ada kenaikan hampir dua kali lipat.

Perajin pun harus memutar otak untuk tetap menjaga keseimbangan dengan mengurangi produksi. Di sisi lain, margin keuntungan pun harus lebih ditekan.

"Pasti menurunkanĀ produksi, misalnya tadinya 50 kg dibikin 45 kg tapi jadinya kaya 50 kg, pintar-pintar perajin produksinya," sebut Mu'alimin.

Berbagai langkah itu dilakukan karena harga kedelai internasional sudah terlampau tinggi. Seperti dilansir Reuters (8/1/2022), harga kontrak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) sedikit melandai ke US$14,10 per bushel (1 bushel = 27,21 kg). Jika dengan US$1 adalah Rp14.318, 75, maka sekitar Rp7.419 per kg. Ini belum harga setelah impor masuk Indonesia.

Sebelumnya, harga kedelai sempat ke level tertinggi sejak Juni 2021 di US$14,15 per bushel.

Padahal, per 29 Juni 2021 harga kedelai sempat terkoreksi ke US$13,6 per bushels. Menyusut sekitar 11% jika dibandingkan dengan harga Mei 2021 yang mencapai US$15,31 per bushel.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fenomena Tempe Setipis ATM Muncul Lagi, Ada Apa?


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading