Internasional

Ampun Gusti! Omicron Belum Kelar, Muncul Varian Baru Lagi

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 January 2022 06:02
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru Covid-19 kembali muncul. Belum kelar Omicron, kini dunia digemparkan dengan 'IHU' atau B.1640.2.

Varian ini ditemukan di Prancis. Diberi nama IHU karena sesuai dengan laporan peneliti di Prancis Selatan, Institut IHU Mediterranee Infection.




Setidaknya 12 kasus dilaporkan. Semua kasus dikaitkan dengan perjalanan ke negara Afrika, Kamerun.

"Kami memang memiliki beberapa kasus varian baru ini di wilayah geografis Marseilles. Kami menamakannya 'varian IHU'," kata Philippe Colson, kepala dan profesor departemen yang menemukan varian tersebut, dikutip dari Business Insider, dikutip pekan ini.

Studi soal IHU dimuat di jurnal pracetak MedRxiv pada 29 Desember 2021. Namun sebenarnya kasus IHU diidentifikasi sejak September 2021.

Dalam riset disebutkan bahwa varian ini mungkin memiliki 46 mutasi di dalamnya. Dua di antaranya N501Y dan E484K.

N501Y pertama kali terlihat pada varian Alpha dan diyakini para ahli dapat membuatnya lebih menular. Sementara E484K bisa berarti bahwa varian tersebut akan lebih resisten terhadap vaksin.

Meski begitu studi yang dimuat di MedRxiv ini belum ditinjau sejawat. Sehingga masih perlu banyak diketahui sejumlah hal soal IHU.

WHO memberi label "variant under monitoring" atau masih diselidiki. Lembaga PBB itu sudah mempelajarinya sejak September 2021.

Dengan masih dipantaunya varian ini oleh WHO, para peneliti mengatakan masih banyak hal perlu diketahui. Termasuk bagaimana varian ini berperilaku, sejauh mana infeksinya dan bagaimana perlindungan vaksin.

Pendapat ahli dan IDI

Meski begitu, epidemiologi global Eric Feigl-Ding meminta warga dunia tak terlalu resah. Varian baru Covid-19 ia yakini akan terus muncul namun tidak semua mematikan dan parah.

"Ada banyak varian baru yang ditemukan sepanjang waktu, tetapi itu tidak berarti mereka akan lebih berbahaya. Apa yang membuat varian lebih terkenal dan berbahaya adalah kemampuannya untuk berkembang biak karena jumlah mutasi yang terkait dengan virus asli, "katanya.

"Saya ragu itu (IHU) akan menang atas Omicron (yang kecepatannya 5-6 kali lebih cepat dari Delta) atau Delta (yang kecepatannya 2 kali lebih cepat dari aslinya)."

Di dalam negeri Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban juga meminta hal senada ke masyarakat. Ia menyebut memang ada dugaan IHU kebal vaksin tapi warga tak perlu khawatir karena belum ada indikasi karakteristik yang lebih kuat dari varian Omicron.

"Masih diselidiki oleh WHO, terlalu dini untuk mengkhwatirkan IHU," tegasnya dalam Twitter sebagaimana dimuat CNNihu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waspada RI, Muncul Varian Baru Covid-19 'IHU'


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading