Internasional

Takbir! Ada Kabar Baik Omicron Baru Lagi dari Afsel

News - Thea Fathanah Arbrar, CNBC Indonesia
29 December 2021 07:10
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik soal Omicron kembali hadir. Riset terbaru Selasa (28/12/2021) di Afrika Selatan (Afsel) mengatakan mereka yang terinfeksi Omicron bisa mengembangkan kekebalan terhadap varian Delta.

Penelitian menyebut infeksi varian itu meningkatkan kekebalan terhadap serangan varian yang lebih lama, terutama bagi yang telah divaksin. Namun studi hanya mencakup sekelompok kecil orang dan belum ditinjau sejawat.




Mengutip Reuters dan CNBC International, penelitian melibatkan 33 orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi yang terinfeksi Omicron di Afsel. Dalam penelitian ditemukan bahwa netralisasi Omicron meningkat 14 kali lipat dalam 14 hari, di mana di saat yang sama, ditemukan pula bahwa ada peningkatan 4,4 kali lipat netralisasi varian Delta.

"Peningkatan netralisasi varian Delta pada individu yang terinfeksi Omicron dapat mengakibatkan penurunan kemampuan Delta untuk menginfeksi kembali individu tersebut," kata para ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut.


"Hasil ini konsisten dengan Omicron menggantikan varian Delta, karena dapat memperoleh kekebalan yang menetralkan Delta, membuat infeksi ulang Delta lebih kecil kemungkinannya."

"Jika Omicron menggantikan Delta dan terbukti lebih ringan daripada varian sebelumnya, kejadian penyakit parah Covid-19 akan berkurang dan infeksi dapat bergeser menjadi 'kurang mengganggu' individu dan masyarakat."

Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa tidak jelas apakah peningkatan perlindungan disebabkan oleh antibodi yang diinduksi Omicron, vaksinasi atau kekebalan dari infeksi sebelumnya. Namun, memang individu yang divaksinasi menunjukkan perlindungan yang lebih kuat.

Omicron pertama kali diidentifikasi oleh Afrika Selatan dan Botswana pada bulan November. Penyebarannya sangat cepat sehingga membuat WHO memasukkanya ke dalam "varian of concern" dan kini sudah menyebar di lebih dari 100 negara.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Harap Tenang, Berderet 'Kabar Baik' Terkait Omicron


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading