Internasional

Warga RI Jangan Panik, Ini Riset 'Melegakan' Terkait Omicron

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
18 December 2021 12:50
Gambar Konten, Omicron sars-CoV-2

Jakarta, CNBC Indonesia - RI telah mengumumkan kasus Covid-19 Omicron Kamis (16/12/2021). Bahkan per Sabtu, total kasus Omicron bertambah menjadi tiga orang.

Namun, warga RI diminta jangan panik. Perkembangan dunia dalam melawan varian Covid-19 terbaru, Omicron, terus berlanjut.

Kali ini kabar optimis mengenai virus itu datang dari Hong Kong dan Australia. Mengutip Straits Times, sekelompok ilmuwan Hong Kong telah berhasil mengisolasi varian Omicron untuk menjadi sampel medis.



Hal ini berguna untuk penelitian lebih lanjut demi mengetahui respon kekebalan yang tepat atas virus ini. Dalam keterangan resmi University of Hong Kong (HKU), pengisolasian virus ini merupakan yang pertama di Asia.

Tim peneliti saat ini sedang memperluas pengamatan virus untuk menilai penularan. Termasuk kemampuan penghindaran kekebalan serta menebak patogenisitasnya.

"Kami menyadari ancaman serius dari varian tersebut dan segera bertindak," ungkap Profesor Kwok-yung Yuen, ketua Penyakit Menular, yang memimpin upaya penelitian tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip Sabtu.

"Mengisolasi varian adalah langkah pertama dalam studi mendesak varian."

Kabar baik selanjutnya juga datang dari Australia. Kepala petugas medis negara itu, Paul Kelly, menyebut bahwa hingga saat ini infeksi Omicron seluruhnya terjadi dengan gejala yang ringan.

"Dari lebih dari 300 kasus yang sekarang telah didiagnosis di banyak negara, semuanya sangat ringan atau, pada kenyataannya, tidak memiliki gejala sama sekali," kata Profesor Kelly.

Sebelumnya CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan bahwa pihaknya optimis bahwa obat pil untuk pengobatan Covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan perusahaannya mampu melawan infeksi Varian Omicron. Bourla menyebut obat yang diberi nama Paxlovid itu dikembangkan dengan beberapa kemungkinan mutasi virus.

"Jadi itu memberi saya tingkat kepercayaan yang sangat tinggi bahwa pengobatan tidak akan terpengaruh, pengobatan oral kita tidak akan terpengaruh oleh virus ini," katanya.

Sebelumnya, varian baru virus corona Omicron pertama kali dilaporkan di Bostwana dan Afrika Selatan (Afsel). Negara-negara lain yang mendeteksinya yakni Australia, Austria, Belgia, Kanada, Jepang, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Israel, Italia, Nigeria, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Spanyol, Swedia, Inggris Raya, dan wilayah Hong Kong di China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga resmi memasukkan Omicron menjadi "variant of concern" atau VOC (varian yang mengkhawatirkan). Omicron dilaporkan memiliki banyak strain atau mutasi dibandingkan varian Alpha, Beta dan Delta dan dianggap sangat menular.

Meski lebih ringan warga tetap diminta waspada. Penggunaan masker dan jarak sosial venting agar tidak menambah beban fasilitas kesehatan Karena cepatnya pensaran.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penelitian Terbaru, Gejala Omicron Ringan Tapi...


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading