Internasional

Riset Baru Sebut Vaksin Sinovac Tak Ampuh Lawan Omicron?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 December 2021 08:46
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa tiga dosis vaksin Covid-19 besutan Sinovac gagal menghasilkan tingkat antibodi yang memadai untuk melawan varian baru Covid-19, Omicron. Hal ini terungkap lewat penelitian University of Hong Kong dan Chinese University of Hong Kong.

Dalam penelitian yang dilakukan, para peneliti menilai bahwa vaksin mRNA Pfizer-BioNTech lebih efektif karena dosis ketiga suntikan diberikan setelah dua dosis vaksin memberikan perlindungan antibodi terhadap Omicron. Meski begitu, mengutip Reuters, para peneliti tidak menjelaskan berapa besar antibodi yang dihasilkan vaksin Sinovac dan juga Pfizer.


Sebelumnya penelitian serupa juga dilakukan di Hong Kong. Penelitian menyebut bahwa dua dosis vaksin Sinovac dan Pfizer sama-sama tidak menghasilkan tingkat serum antibodi yang cukup untuk melawan Covid-19 varian Omicron.

Penelitian tersebut menyarankan kepada masyarakat yang mendapatkan vaksin Sinovac dan Pfizer untuk sesegera mungkin untuk mendapatkan booster. Ini sambil menunggu ditemukan vaksin yang lebih cocok untuk mengatasi Omicron.

Vaksin Sinovac dan vaksin Sinopharm adalah dua vaksin yang paling banyak digunakan di China. Vaksin ini juga diekspor oleh Negeri Tirai Bambu itu ke banyak negara termasuk Indonesia.

Vaksin Sinovac dan Sinopharm sendiri cukup berbeda dengan vaksin Pfizer atau Moderna. Dua vaksin besutan China ini masih menggunakan teknologi pengembangan virus utuh yang diinaktivasi sementara itu, vaksin Pfizer dan Moderna menggunakan teknologi mRNA.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Thailand Setop Gunakan Vaksin Sinovac


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading