Nih Daftar Durian Runtuh Bikin Sri Mulyani Kipas-Kipas Uang

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
22 December 2021 13:20
Infografis: Sri Mulyani Cerita Krisis Era SBY & Jokowi, Lebih Berat Mana?

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahagia dengan kinerja perekonomian hingga akhir bulan lalu. Sebab, penerimaan negara telah mencapai Rp 1.699,4 triliun atau 97,5% terhadap target APBN.

Penerimaan yang tinggi ini tak terlepas dari kinerja ekspor Indonesia yang moncer pada November lalu. Hal ini juga didukung oleh kenaikan harga sejumlah komoditas unggulan yang naik di pasar global.


Harga komoditas yang tinggi ini bagaikan mendapatkan 'durian runtuh' bagi komoditas ekspor unggulan Indonesia. Diantaranya adalah nikel, CPO dan karet.

Kemenkeu.Foto: Kemenkeu.
Kemenkeu.

Kenaikan harga ini membuat penerimaan negara dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) migas naik 24,7% dan SDA Nonmiga yang naik hingga 86,9% atau telah tembus target penerimaan di tahun ini.

Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)Foto: Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)
Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)

Selain itu, penerimaan pajak dari sektor pertambangan yang tumbuh hingga 219% pada November 2021. Ini didorong oleh kenaikan permintaan dan harga komoditas tambang yang mendorong peningkatan PPh Badan nya.

Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)Foto: Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)
Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)

Meski demikian, Sri Mulyani masih mewaspadai sejumlah kondisi global yang bisa membuat gejolak harga komoditas di pasar global. Terutama untuk komoditas di bidang energi seperti batu bara.

"Dari sisi harga komoditas kita lihat signal bercampur antara satu sisi tetap terjaga tapi tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Ini yang harus kita waspadai," ujarnya saat konferensi pers APBN KiTa.

Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)Foto: Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)
Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)

Menurutnya, kondisi global yang perlu diwaspadai adalah kebijakan yang dilakukan AS hingga kondisi perekonomian China yang menunjukkan perlambatan.

"Kinerja ekonomi China melambat dan ini tentu akan mempengaruhi permintaan barang-barang impor yang berasa dari beberapa negara ke China dan pengaruhi kinerja ekonomi dunia. Kita lihat harga baru bara, minyak dan gas mentah terkoreksi. Ini perlu diwaspadai," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani Beberkan Alasan Perpanjang Diskon Pajak Mobil


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading