'Dijajah' Omicron, Belanda Lockdown Selama Natal!

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 December 2021 16:00
Otoritas Belanda mendeteksi 13 kasus positif virus Corona (COVID-19) varian Omicron dari dua penerbangan asal Afrika Selatan (Afsel). (REUTERS/EVA PLEVIER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menyebarnya varian baru virus Corona Omicron membuat pemerintah Belanda memberlakukan kebijakan penguncian wilayah secara ketat selama periode Natal sampai dengan pertengahan Januari 2022 mendatang.

Toko-toko non-esensial, bar, pusat kebugaran, penata rambut, dan tempat-tempat umum lainnya akan ditutup hingga 14 Januari mendatang.

Menurut Perdana Menteri Mark Rutte, mengatakan tindakan itu tidak dapat dihindari mengingat negara-negara di seluruh Eropa telah memperketat pembatasan karena varian Omicron yang menyebar dengan cepat.


"Saya berdiri di sini malam ini dalam suasana hati yang muram. Dan banyak orang yang menonton akan merasakan hal itu juga. Ringkasnya dalam satu kalimat, Belanda akan kembali dikunci mulai besok," kata Mark, seperti dikutip BBC, Minggu (19/12/2021).

Di bawah pembatasan baru, orang-orang didesak untuk tinggal di rumah saja. Ada batasan ketat pada jumlah orang yang dapat bertemu. Maksimal dua tamu, berusia 13 tahun ke atas, diperbolehkan berada di rumah orang.

Jumlah ini akan meningkat menjadi empat orang antara tanggal 24 dan 26 Desember, dan pada Malam Tahun Baru dan Hari Tahun Baru.

Acara tidak diizinkan selain pemakaman, adalah pasar mingguan yang menjual bahan makanan, dan pertandingan olahraga profesional tanpa penonton.

Restoran dapat terus menjual makanan untuk dibawa pulang, dan toko yang tidak penting dapat menawarkan layanan klik dan ambil. Sementara itu semua sekolah sekarang ditutup hingga setidaknya 9 Januari.

"Saya sekarang dapat mendengar seluruh warga Belanda menghela nafas. Ini tepat satu minggu sebelum Natal, Natal lain yang sama sekali berbeda dari yang kami inginkan," kata Rutte.

Sebagai informasi, berdasarkan data Institut Nasional Belanda untuk Kesehatan Masyarakat, saat ini lebih dari 2,9 juta kasus virus corona merebak di Belanda sejak pandemi dimulai dan menelan lebih dari 20.000 kematian.

Memang, saat ini varian Omicron saat ini masih menyumbang sebagian kecil kasus virus corona di Belanda, tetapi menyebar dengan cepat namun berpotensi menjadi varian yang dominan pada tahun baru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Demo Tolak Lockdown di Belanda Rusuh, Mobil Polisi Dibakar!


(sys/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading