Duh! WHO Sebut Kasus Omicron Naik 2 Kali Lipat dalam 3 Hari

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 December 2021 09:45
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus varian Omicron telah meningkat dua kali lipat dalam 1,5 hari hingga 3 hari. Sehingga, saat ini sudah ada sebanyak 89 negara yang melaporkan adanya carian baru Covid-19 ini.

WHO menyebutkan, omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi. Tetapi tidak jelas apakah ini karena kemampuan virus untuk menembus kekebalan, peningkatan transmisi penularan atau kombinasi keduanya.


Adapun WHO pertama kali menetapkan Omicron sebagai virus yang perlu dikhawatirkan pada 26 November. Namun, masih banyak yang belum diketahui mengenai virus ini termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

"Data keparahan Omicron masih terbatas. Lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya," ujar WHO yang dikutip dari channel news asia, Minggu (19/12/2021).

"Masih ada data terbatas yang tersedia, dan tidak ada bukti peer-review, tentang kemanjuran atau efektivitas vaksin hingga saat ini untuk Omicron," imbuhnya.

Namun, di sisi lain WHO memperingatkan bahwa dengan kasus yang meningkat begitu cepat, rumah sakit bisa kewalahan seperti sebelumnya. Saat ini bahkan sudah ada beberapa negara yang rumah sakitnya mulai dipenuhi oleh pasien varian Omicron.

"Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat, dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi cepat kewalahan," kata WHO.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Kompeni, Ini 6 Fakta VoC Covid-19 Omicron


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading