Ternyata ini Alasan Status Semeru Naik ke Level 3 Siaga

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
17 December 2021 18:10
Satellite image shows the summit of Mount Semeru volcano that erupted, causing damage to nearby villages in East Java, Indonesia December 8, 2021. Picture taken December 8, 2021. Satellite Image 2021 Maxar Technologies/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MUST NOT OBSCURE THE LOGO.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi menaikkan status Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tadi malam, Kamis, 16 Desember 2021 pukul 23.00. Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengungkapkan keputusan itu diambil setelah mengunjungi lokasi dampak guguran yang telah terjadi pada 4 Desember lalu.

"Aktivitas awan panas berpotensi terjadi karena aliran lava dan lidah lava. Ditambah lagi, aliran lahar juga masih tinggi, karena curah hujan tinggi, BMKG mengatakan hujan masih akan berlangsung hingga 3 bulan ke depan," kata Andiani dalam Konferensi Pers Badan Geologi: Update Terkini dan Peningkatan Status Gunung Semeru ke Level Siaga, Jumat (17/12/2021).

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat untuk tidak memasuki dan tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan di dalam radius hingga 13 kilo meter (km) dari puncak/ kawah Gunung Api Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.


Dia menyebut, aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi dikarenakan adanya endapan aliran lava (lidah lava) dengan panjang aliran +- 2 km dari pusat erupsi. Aliran lava tersebut masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya, sehingga bisa mengakibatkan awan panas guguran.

"Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru. Didukung data dari BMKG diperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Secondary explosion juga berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai apabila luncuran awan panas yang terjadi masuk/kontak dengan air sungai," tambah Eko.

Berikut sejumlah imbauan Badan Geologi kepada masyarakat:

  • Mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
  • Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  • Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  • Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
  • Masyarakat juga diimbau agar tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api Semeru, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Api Semeru terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram pvmbg).



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perintah Jokowi, Penanganan Erupsi Gunung Semeru Harus Cepat


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading