Ambyar! Sri Mulyani 'Murka' Bongkar Borok BUMN

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
17 December 2021 08:35
INFOGRAFIS, Lebih Ngeri dari Covid, Bumi Mendekati Titik Krisi Iklim

Jakarta, CNBC Indonesia - Segenap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam kondisi yang buruk. Apalagi sejak adanya pandemi covid-19, di mana banyak BUMN diperkirakan akan bangkrut.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membedah kinerja BUMN penerima PMN tahun 2020 bersama Komisi XI DPR RI, beberapa hari lalu.


"Dari sisi distress atau kemungkinan bangkrut ada 68% dari BUMN kita itu (bisa bangkrut) dan 32% nya masuk kategori aman," ungkapnya.

Kemudian, jika dilihat dari rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/ DER), juga ditemukan bahwa BUMN penerima PMN sebagian besar mempunyai utang yang cukup tinggi dibandingkan rerata industrinya. Bahkan, kata Sri Mulyani, utang tersebut di atas rata-rata industrinya.

Sementara, yang sebanding dengan industrinya hanya 2%. Lalu, utang yang berada di bawah rata-rata industrinya tercatat sebanyak 34%.

Secara rule of thumb, DER suatu perusahaan biasanya dikatakan sehat apabila berada di bawah angka 1 atau 100%. Akan tetapi, tentunya angka tersebut ini berbeda-beda dari satu sektor ke sektor lainnya. Sebagai patokan, secara umum, batas wajar DER sendiri adalah 3 kali (300%) hingga 4 kali (400%).

"BUMN kita 55% itu debt-nya, utangnya berada di atas rata-rata dari industri di mana mereka berada," ujarnya.

Menurut data Sri Mulyani, alokasi dana untuk BUMN melalui PMN sepanjang 2005-2021 terbagi dalam tiga klaster yakni pendirian BUMN Rp 3 triliun, restrukturisasi BUMN Rp 12,7 triliun dan peningkatan kinerja BUMN Rp 345,6 triliun.

Begini Kondisi Keuangan BUMN, Simak!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading