Bank Dunia & Bank No 1 ASEAN Sepakat: RI Tinggal Landas 2022!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 December 2021 11:30
Pedagang memasang pernak pernik bendera di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (9/8/2021). Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli, momentum Hari Kemerdekaan RI seharusnya menjadi ladang rezeki dari menjual pernak pernik hiasan bendera merah putih. 
Sahir (25) menjual pernak-pernik bendera sejak tahun 2013 ini mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah 2020 yang penuh derita akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), ekonomi Indonesia mampu bangkit pada 2021. Tahun depan, rasanya ekonomi Tanah Air bisa 'tinggal landas'.

Bank Dunia dalam laporan terbarunya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 3,7% tahun ini. Jauh membaik ketimbang tahun lalu yang minus lebih dari 2%, capaian terburuk sejak 1998.


Perlahan tetapi pasti, ekonomi Indonesia kembali ke masa sebelum pandemi. Berbagai indikator membuktikan hal tersebut.

Pertama adalah ekspor. Nilai ekspor Indonesia pada Januari-November 2021 rata-rata mencapai US$ 18,63 miliar per bulan. Selama periode yang sama tahun lalu, rerata ekspor adalah US$ 13,33 miliar per bulan dan pada Januari-November 2019 (sebelum pandemi) ada di US$ 13,93 miliar per bulan.

Artinya, kinerja ekspor tidak hanya kembali ke masa sebelum pandemi tetapi melampauinya. Menuju tidak terbatas dan melampauinya...

Kemudian aktivitas sektor manufaktur juga sudah pulih. Ini tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) yang dalam tiga bulan terakhir berada di atas 50. Skor PMI di atas 50 menandakan dunia usaha sedang dalam fase ekspansi.

"Momentum pertumbuhan sektor manufaktur memberi sinyal kebangkitan dari gelombang serangan virus corona varian delta. Dunia usaha melanjutkan ekspansi produksi dan rekrutmen tenaga kerja serta meningkatkan pembelian bahan baku, yang menjadi tanda positif," sebut Jingyi Pan, Economics Associate Director di IHS Markit, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Tidak hanya dari sisi dunia usaha, rumah tangga atau konsumen juga semakin percaya diri melihat prospek ekonomi. Buktinya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus berada di atas 100.

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Kalau sudah di atas 100, maka artinya konsumen percaya diri memandang kondisi ekonomi saat ini hingga beberapa bulan mendatang.

Bank Indonesia (BI) melaporkan IKK periode November 2021 sebesar 118,5. Naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 113,4 sekaligus yang tertinggi sejak Januari 2020. Sudah kembali seperti sebelum pandemi virus corona meneror Nusantara.

Halaman Selanjutnya --> Pengendalian Pandemi adalah Koentji

Pengendalian Pandemi adalah Koentji
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading