Internasional

Data Awal RS Afrika Selatan saat Pertama Diserang Omicron

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 December 2021 13:06
A petrol attendant stands next to a newspaper headline in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah data awal rumah sakit di Afrika Selatan (Afsel) terkuak soal Omicron. Di mana hanya kurang dari sepertiga pasien Covid yang dirawat terkait varian itu menderita gejala parah.

Angka ini setidaknya menunjukkan bahwa ada jumlah yang lebih rendah terkait tingkat keparahan Omicron, yang memaksa pasien dirawat di RS. Apalagi jika dibandingkan dengan gelombang Covid-19 sebelumnya yang menyebar di Afsel, di mana 2/3 pasien mengalami gejala parah.




Dari data yang dirilis oleh lembaga penyakit Pretoria, tempat di mana strain ini ditemukan, ada 1.633 penerimaan di rumah sakit umum dan swasta untuk Covid-19 antara 14 November dan 8 Desember. Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) untuk Tshwane melaporkan hanya ada 31% kasus parah, yakni pasien yang membutuhkan oksigen atau ventilasi mekanis.

"Ini lebih kecil dibandingkan 66% pada awal gelombang kedua dan 67% pada minggu-minggu awal gelombang pertama," tulis laporan itu, dikutip Jumat (10/12/2021).

Namun NICD memperingatkan bahwa penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat dan bahwa kasus yang parah dapat meningkat saat gelombang baru lagi terjadi. Direktur Institut, Profesor Willem Hanekom, mengatakan sementara uji klinis yang lebih besar diperlukan untuk hasil yang lebih pasti, pengujian tampaknya mendukung prediksi awal.

"Itu (vaksin) masih bisa menetralkan virus ini tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada antibodi yang mampu mengendalikan versi virus corona sebelumnya," katanya.

"Jadi sepertinya virus lolos dari beberapa antibodi itu karena virusnya telah berubah."

Laporan itu juga tidak mengatakan detail tentang apakah pasien yang diteliti telah divaksinasi. Jadi belum jelas sejauh mana cakupan vaksin yang lebih tinggi menjaga gejala lebih ringan.

Bukti awal menunjukkan Omicron jauh lebih menular daripada varian sebelumnya, tetapi gejalanya mungkin tidak terlalu parah. Ini terbukti dengan tingkat rawat inap yang lebih rendah, terutama pada pasien yang divaksinasi.

Omicron sendiri pertama kali diidentifikasi di Afsel. Di mana kasus Covid melonjak 255% dalam tujuh hari terakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kerusuhan di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas


(tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading