Selain di RI, Hyundai Bangun Pabrik Mobil Listrik di India

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 December 2021 20:47
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di acara seremonial penyerahan mobil listrik sebagai kendaraan resmi untuk mendukung kegiatan presidensi  di Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 24/11. Pemerintah bakal menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi resmi dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15. Setiap tahunnya para negara anggota G20 bergilir untuk menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan pertemuan organisasi tersebut. Setelah serah terima dari Italia, Indonesia akan memegang Presidensi G20 Tahun 2022 selama satu tahun.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hyundai Motor Co berencana menginvestasikan 40 miliar rupee (Rp 7,6 triliun) untuk meluncurkan enam kendaraan listrik di India pada tahun 2028. Rencana produsen mobil dari Korea Selatan (Korsel) ini akan mendorong penggunaan kendaraan bersih.

Hyundai, yang merupakan produsen mobil terbesar kedua di India, akan meluncurkan kendaraan listrik (EV) pertamanya pada tahun 2022. Ini termasuk kendaraan sport (SUV) dan sedan. Hyundai juga sudah membangun pabrik di Bekasi Jabar, salah satunya kendaraan listrik.

Tarun Garg, direktur penjualan dan pemasaran untuk Hyundai Motor India, mengatakan ini kendaraan EV ini akan terjangkau dan premium.


"Kami ingin menjadi kontributor utama kisah EV di India," kata Garg kepada Reuters, Rabu (8/12/2021).

Investasi tersebut akan dimasukkan ke dalam penelitian dan pengembangan untuk meluncurkan enam kendaraan, kata Hyundai India dalam sebuah rilis. Hyundai nantinya bergabung dengan rival Tata Motors dan Mahindra & Mahindra dalam proyek ini.

Garg mengatakan EV Hyundai nantinya akan dibangun di atas platform modular global listrik khusus (E-GMP), yang rencananya akan dibawa ke India, atau pada platform yang dimodifikasi dari tempat membangun mobil bensinnya.

Mobil yang dibangun di atas platform listrik khusus akan memiliki jangkauan hingga 800 kilometer (497 mil), sedangkan yang lain akan dapat berjalan sejauh 350 hingga 400 kilometer (217 hingga 249 mil) dengan sekali pengisian daya.

Hyundai pada tahun 2019 sempat meluncurkan Kona EV-nya di India tetapi penjualannya tidak memuaskan karena harganya tinggi dan infrastruktur pengisian daya yang belum mumpuni. Garg mengatakan Kona memberi ide untuk membuat EV terjangkau, sambil menyediakan solusi pengisian daya yang berbeda.

Hyundai sedang dalam pembicaraan dengan pemasok untuk sumber lokal dan memproduksi komponen untuk EV-nya, yang akan membantu membuat mobil lebih terjangkau. Selain menyediakan pengisi daya rumah, Hyundai juga ingin membentuk ikatan strategis untuk menyediakan fasilitas pengisian daya publik, kata Garg.

"Kona sedang menguji perairan di India. Pelajaran dari itu telah memberi kami kepercayaan diri untuk melakukan dorongan ini," katanya.

Peraturan emisi yang lebih ketat oleh pemerintah mendorong pembuat mobil secara global untuk berinvestasi dalam EV, yang penjualannya diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar seperempat dari total penjualan kendaraan global pada tahun 2030 dari sekitar 2% saat ini.

Di India, EV menyumbang kurang dari 1 persen dari total penjualan mobil, tetapi pemerintah menargetkan pangsa 30 persen pada 2030.

Rencana Hyundai muncul saat produsen mobil listrik terbesar di dunia Tesla Inc sedang bersiap untuk meluncurkan mobil EV di India. Diketahui perusahaan Elon Musk ini telah melobi pemerintah untuk menurunkan bea masuk pada EV.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investasi Rp15 T, Hyundai & LG Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading