Naik Pesawat ke Jateng-Bali Masih Aman Usai Erupsi Semeru

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
06 December 2021 10:15
An aerial view of Sumber Wuluh village covered with volcanic ash following the eruption of Mount Semeru volcano in Lumajang regency, East Java province, Indonesia, December 5, 2021. Picture taken with a drone. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pascaerupsi Gunung Semeru yang terjadi, Sabtu (4/12/2021), operasional penerbangan tetap normal, terutama untuk bandara yang berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam siaran pers, Senin (6/12/2021).

"Saat ini tidak ada bandara-bandara yang berada di area poligon dan di luar poligon abu vulkanik, serta ATS Route tidak terdampak," katanya.

"Berdasarkan ASHTAM VAWR 2176 jam 03.30 UTC tanggal 5 Desember 2021 atau pukul 11.30 WIB, meskipun status abu vulkanik masih Red Alert, pergerakan abu vulkanik tidak terdeteksi oleh satelit HIMAWARI-8," tambahnya.

Begitupun dengan hasil pantauan citra satelit dan SIGMET 06 pada pukul 03.30 UTC, menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik.

"Hasil Paper Test dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Malang, pada pukul 08.00 sampai dengan 09.00 WIB di apron tidak teramati abu vulkanik," ungkap Novie.

Novie menjelaskan operasional penerbangan pada bandara terdekat tetap berjalan normal. Namun pihaknya akan terus melakukan monitoring intensif terkait aktivitas Gunung Semeru serta penyiapan langkah contingency.

Menurut dia, upaya monitoring juga melibatkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Penyelenggara Bandar Udara.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading