Update Erupsi Semeru: 14 Warga Meninggal, 1.300 Mengungsi

News - Sef, CNBC Indonesia
06 December 2021 09:03
An aerial view of the damaged houses in Sumber Wuluh village that got affected by the eruption of Mount Semeru volcano in Lumajang regency, East Java province, Indonesia, December 5, 2021. Picture taken with a drone. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi Sabtu (4/12/2021) memakan korban jiwa. Dari data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setidaknya ada 14 orang meninggal.

"Korban meninggal dunia teridentifikasi di dua kecamatan, yaitu 11 orang meninggal dunia di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 3 orang meninggal dunia di Kecamatan Candipuro," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).




Sebanyak 56 orang juga dilaporkan luka. Sebanyak 35 orang luka berat dan 21 orang ringan. Mereka dirawat di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit yakni Rumah Sakit dr. Haryoto, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Puskesmas Penanggal.

"BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu lalu," katanya lagi.

"Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa."

Bupati Kabupaten Lumajang sendiri sudah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari. Terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potret Terkini Gunung Semeru Usai Erupsi


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading