Saat Afrika Selatan Merasa 'Dihukum' Gegara Varian Omicron

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
28 November 2021 06:30
People lineup to get on the Air France flight to Paris at OR Tambo's airport in Johannesburg, South Africa', Friday Nov. 26, 2021. A slew of nations moved to stop air travel from southern Africa on Friday in reaction to news of a new, potentially more transmissible COVID-19 variant that has been detected in South Africa. Scientists say it is a concern because of its high number of mutations and rapid spread among young people in Gauteng, the country's most populous province. (AP Photo/Jerome Delay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Afrika Selatan kini merasa 'dihukum' oleh seluruh dunia setelah mendeteksi varian baru Covid-19 Omicron lebih awal.

Pasca pengumuman tersebut, sejumlah negara memutuskan melarang penerbangan dari negara tersebut karena varian Omicron dikhawatirkan mengancam sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lainnya.

Varian Omicron memang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, dan sejak saat itu terdeteksi di sejumlah negara seperti Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong.


"Keputusan larangan ini seperti menghukum Afrika Selatan karena kemampuan kami yang mampu mendeteksi varian baru lebih cepat," kata Kementerian Hubungan dan Kerjasama Internasional Afrika Selatan dalam sebuah pernyataan.

"Ilmu pengetahuan seperti ini seharusnya diapresiasi dan tidak malah dihukum," tulis pernyataan tersebut, dikutip Reuters, Sabtu (27/11/2021).

Dalam dua hari terakhir, sejak Afrika Selatan mengumumkan varian baru Omicron, sejumlah negara memutuskan untuk melarang penerbangan ke Afrika Selatan dan negara lain di kawasan tersebut.

Kementerian Luar Negeri mencatat reaksi global terhadap temuan varian Omicron di negara lain, berbeda dengan situasi yang dialami oleh Afrika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Omicron sebagai variant of concern (VOC), yang menunjukkan bahwa varian tersebut mendapatkan perhatian serius.

"Kekhawatiran kami dampak dari larangan ini akan berpengaruh kepada sektor perjalanan, pariwisata dan bisnis," kata Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor dalam pernyataannya.

Pandor menambahkan pemerintah akan berupaya untuk membujuk negara-negara yang sudah memberlakukan pembatasan untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Apalagi, WHO telah memperingatkan kepada negara-negara agar tidak terburu-buru memberlakukan pembatasan perjalanan terkait dengan munculnya varian tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukti Ketakutan Dunia Pasca Munculnya Varian Covid-19 Omicron


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading