Alamak, Krisis Kontainer Dunia Merembet ke RI!

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 November 2021 14:00
Pekerja melakukan pendataan bongkar muat kontainer peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid - 19 dinilai lebih cepat dari yang diekspektasi banyak pihak. Sehingga produksi dan perdagangan melonjak signifikan yang membuat ketidakseimbangan pasar, yang berimbas pada kekurangan bahan baku dan kelangkaan kontainer.. (CNBC Indonesia/ Muhammad Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terganggunya rantai pasok dunia berdampak pada laju pengiriman barang antarnegara. Akibatnya, hal ini memicu kelangkaan dan kenaikan biaya ruang kontainer dalam pelayaran. Hal ini terjadi di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir telah menyampaikan bahwa kelangkaan kontainer terjadi karena tidak ada keseimbangan perdagangan dunia. Jadwal kapal berlayar semakin sedikit yang membuat harga pengiriman kargo atau freight melonjak drastis. Imbasnya, beberapa negara banyak terkendala pasokan bahan baku.

"Kontainer sangat kekurangan, kemarin saya rapat dengan Dubes Korea Selatan untuk pertama kali Korea kekurangan untuk UREA Industri minta kita ekspor ke sana. Kebijakan perdagangan global disampaikan Presiden waktu G20 supply chain ini mempengaruhi, sehingga kita diminta kirim raw material sebanyak-banyaknya," kata Erick dalam webinar Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia di Era Disrupsi, Selasa, (23/11/2021).


Ditambah dengan China yang baru-baru ini memberlakukan kebijakan karantina Covid-19 yang sangat ketat.

Kelangkaan ini diakui sudah dirasakan oleh eksportir Indonesia. Para eksportir ini merasakan kenaikan biaya jasa pengiriman kontainer ke pasar ekspor sebagai dampak langkanya kontainer ini. Namun, kali ini hal yang sama juga terjadi di dalam negeri.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, akibat kelangkaan kontainer yang terjadi pada banyak negara, juga berdampak pada perdagangan dalam negeri.

Menurutnya, setidaknya hal ini sudah terjadi sejak kuartal II-2021, ketika biaya jasa pengiriman kontainer sudah terpantau naik.

"Awalnya belum berdampak, tapi di kuartal II tahun ini sudah berdampak pada harga kontainer domestik," terang dia dalam webinar Indef, Rabu (24/11/2021).

Dia menyebut kenaikan harga pengiriman kontainer dalam negeri ke Sumatera naik 30%, khususnya ke Medan melonjak 40%, sementara Indonesia bagian timur naik 15%.

Selain sulit mendapatkan ruang kontainer, kenaikan harga pengiriman jalur laut ini disebabkan harga bahan bakar yang naik, di mana biaya bunker meningkat dari perhitungan dari US$ 600 menjadi US$ 1.200. Selain itu ada ada kenaikan dari biaya pemeliharaan seperti suku cadang yang semakin mahal karena impor.


[Gambas:Video CNBC]

(mon/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading