Internasional

Varian Baru Muncul Bikin Bingung, Ini Kabar Buruk & Baiknya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 November 2021 19:42
Infografis: Sederet Fakta Covid Varian Delta 'India' yang Sudah Masuk RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Penemuan virus corona varian baru di Afrika Selatan dengan jumlah mutasi yang tinggi menimbulkan kekhawatiran tentang penularan Covid-19 di dunia.

Varian COVID-19 baru, yang disebut B.1.1.529, memiliki konstelasi mutasi yang sangat tidak biasa. Para ilmuwan mengatakan hal tersebut mengkhawatirkan karena mutasi ini dapat membantunya menghindari respons imun tubuh dan membuatnya lebih menular.

Ilmuwan Afrika Selatan telah mendeteksi lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan. Ini merupakan bagian dari virus yang membantu menciptakan titik masuk bagi virus corona untuk menginfeksi sel manusia.


Mutasi pada varian B.1.1.529 dapat dikatakan sangat banyak. Sebagai perbandingan, varian Beta dan Delta masing-masing hanya memiliki tiga dan dua mutasi.

Tulio de Oliveira, direktur KwaZulu-Natal Research and Innovation Sequencing Platform, mengatakan varian tersebut telah membingungkan para ahli.

"Ini memiliki lompatan besar dalam evolusi, lebih banyak mutasi daripada yang kami harapkan," kata de Oliveira, dikutip dari Al Jazeera. "Satu-satunya kabar baik adalah bahwa hal itu dapat dideteksi dengan tes PCR."

Sementara itu varian baru ini dikatakan bisa membuat vaksin yang tersedia saat ini kurang efektif. Vaksin Covid-19 sendiri didasarkan pada protein lonjakan virus corona asli. Maka jika protein lonjakan baru berbeda secara dramatis, hal ini tentu dapat berdampak pada keefektifan vaksin.

Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi dan pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, mengatakan akan ada kekhawatiran saat sebuah varian memiliki banyak mutasi, sebab ini dapat berdampak pada bagaimana virus berperilaku.

"Ini akan memakan waktu beberapa minggu bagi kami untuk memahami apa dampak varian ini terhadap vaksin potensial," tambah Van Kerkhove.

Menurut WHO, varian baru apa pun yang mampu menghindari vaksin, atau menyebar lebih cepat daripada varian Delta yang sekarang dominan, dapat menimbulkan ancaman signifikan saat dunia keluar dari pandemi.

Namun Profesor Helen Rees, dari Kelompok Penasihat Teknis Imunisasi Regional Afrika WHO, mendesak orang untuk tidak panik.

"(Saat ini) kami mencoba mengidentifikasi seberapa luas penyebarannya. Akan ada banyak pekerjaan melihat: Apakah lebih menular? Apakah ini terkait dengan tingkat keparahan penyakit yang lebih parah? Apakah itu membuat vaksin menjadi kurang efektif?" kata Rees.

"Sementara itu, permintaan besar kami kepada dunia, dalam hal memvaksinasi kawasan Afrika, tolong keluarkan vaksin ke kawasan karena seperti yang kita tahu varian tidak tinggal di satu negara," tambahnya.

Varian baru yang diberi nama B.1.1.529 ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel). Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) menyatakan telah mengkonfirmasi 22 kasus positif, dengan lebih banyak kasus dikonfirmasi saat hasil tes keluar per Kamis (25/11/2021).

Di Afsel, virus ini mulai menyebar di beberapa titik peningkatan kasus terbaru di wilayah Gauteng. Virus ini juga ditemukan di Botswana dan Hong Kong. Namun untuk kasus di Hong Kong muncul melalui seorang musafir dari Afsel.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Peringatkan Munculnya Varian Baru Corona Lebih Ganas!


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading