RI Bergantung Bahan Baku Impor dari China, Ini Bahayanya!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
20 November 2021 19:45
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu gunung di workshop sepatu gunung mokzhaware di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (7/6/2021). Bahan yang digunakan terbuat dari bahan baku kulit Nubuck. Dalam sehari pabrik ini bisa memproduksi 50 pasang sepatu. Usmar Ismail (42) mendirikan sebuah brand lokal di bidang fashion sepatu sekitar tahun 2016 lalu. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan para pengusaha untuk bisa bertahan di tengah pandemi covid-19, yang pertama adalah terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online,

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia masih bergantung pada bahan baku dari China. Namun ke depan harga produk-produk yang menjadi kebutuhan produksi diprediksi bakal melonjak, sehingga Indonesia harus swasembada diberbagai sektor industri.

Wakil Ketua Bidang Manufaktur Gabungan Pengusaha Ekspor Impor (GPEI) Bob Azam menjelaskan faktor perubahan tren penggunaan energi bersih yang mengakibatkan harga bahan baku dari China melonjak.

"Ke depan mungkin nggak bisa murah lagi, karena China mereka harus konversi sumber energi dari batu bara ke energi bersih. Jadi ada kemungkinan harga bahan baku naik," katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (20/11/2021).


Menurut Bob pengusaha global tentu sudah melihat hal ini. Sehingga pemindahan lokasi pabrik bahan baku akan banyak dilakukan, yang diharapkan masuk ke Indonesia.

"Indonesia harus bersolek supaya relokasi cepat. Dengan adanya Undang-Undang Ciptakerja dan perjanjian dagang RCEP bisa optimal. Ditambah peningkatan kualitas SDM yang produktif dan menggunakan teknologi," katanya.

Bob menjelaskan permasalahan logistik juga nantinya akan berangsur membaik, tinggal masalah waktu perdagangan global kembali seimbang. Sehingga ongkos logistik kembali normal.

Selain itu dia meminta pemerintah terus monitor penerapan Undang-Undang Ciptakerja supaya lebih optimal bagi investor. Penyiapan sumber daya manusia, teknologi, kesediaan energi, hingga ongkos logistik dalam negeri juga masih harus diperbaiki.

"Pungli juga harus diperangi," katanya.

Saat ini masih banyak industri dalam negeri yang masih tergantung bahan baku dari China. Mulai dari alas kaki, kimia, farmasi, hingga otomotif, karena bahan baku dari negeri panda dinilai skala ekonomi yang besar hingga banyak varian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pabrik-Pabrik Boleh Operasi Saat PPKM Darurat, Ini Syaratnya


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading