'Kiamat' Kontainer Bikin Kacau, Sampai Jokowi Resah!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 November 2021 16:35
FILE PHOTO: A container ship is loaded at a terminal in the harbour of Hamburg, Germany September 23, 2012.     REUTERS/Fabian Bimmer/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Hambatan rantai pasok dunia (global supply chain) menjadi masalah yang mengkhawatirkan Presiden Joko Widodo. Salah satunya yang menghambat adalah persoalan krisis kontainer. Dimana harga kontainer naik tidak karuan, yang membuat pengusaha kesulitan melakukan ekspor karena efek pandemi.

"Bingungnya negara-negara sekarang ini berkaitan dengan global supply chain dan ketergantungan kita pada satu, dua, tiga negara. Juga kesulitan kontainer, hampir semua ini karena disrupsi yang memang mengacaukan dan kompleksitasnya tambah, semakin bertambah," kata Kepala Negara.

Separah apa dampaknya?


Menurut Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Riyanto ongkos angkut kargo atau freight sudah meningkat mencapai 300% pada bulan ini, dibandingkanpada bulan sebelumnya.

Dia mencontohkan ongkos angkut dari Semarang menuju Amerika Serikat berada pada kisaran US$ 20 ribu per kontainer, sementara ke Eropa US$ 14 - 16 ribu per kontainer. Sementara untuk rute ke Australia mulai dari US$ 4.000 - US$ 6000 per kontainer.

"Sebelumnya hanya sepertiga itu harganya," kata Mahendra kepada CNBC Indonesia, dikutip, Jumat (19/11/2021).

Ketua Ikatan Eksportir Importir (IEI) Amalia Hasanah, mengatakan kenaikan harga kontainer ini membuat banyak penumpukan barang di gudang, karena menunggu ruang kontainer,

"Di gudang terjadi penumpukan karena misal kita butuh kontainer 10, tapi yang dilayani hanya 5. Itu juga rate sekarang ada istilah rate premium, jadi siapa berani bayar lebih maka dapat privilese dapat kontainer mudah," katanya kepada CNBC Indonesia.

Sementara dari pengusaha furniture juga mengeluhkan tidak bisa mengirimkan barangnya. Padahal Indonesia saat ini sedang mendapat banyak permintaan barang dari kayu ini karena perang dagang Amerika dan China.

"Padahal kondisi industri sedang tumbuh permintaan dari Amerika, tapi ada yang tidak mampu melakukan ekspor," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Kontainer, Acak-Acak Stok Mainan Anak di Dunia!


(EYD/emy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading