Sri Mulyani: Commodity Boom Tak Akan Bertahan Lama

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
18 November 2021 11:06
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai  KSSK : Perkembangan Makro Ekonomi & Sektor Keuangan Triwulan III Tahun 2021 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir sangat terbantu oleh lonjakan harga komoditas internasional, dari minyak kelapa sawit, batu bara dan lainnya. Sayangnya kondisi yang dinamai commodity boom tersebut tidak akan bertahan lama.

Demikianlah disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam webinar, Kamis (18/11/2021)


Pemerintah perlu mendorong sumber pertumbuhan ekonomi lainnya. Mulai dari konsumsi rumah tangga yang kini tumbuh seiring dengan mobilitas yang kembali naik. Investasi juga tunjukkan peningkatan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara ekspor harus diupayakan peningkatan dari industri pengolahan. "Ekspor kita jaga, karena commodity boom gak bertahan lama," ujarnya.

Tahun ini, ekonomi Indonesia diperkirakan bisa mencapai 4% atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Pada kuartal III-2021 ekonomi memang ada perlambatan namun diharapkan kembali meningkat pada akhir tahun. Sementara pada 2022 mendatang pertumbuhan ekonomi diasumsikan 5,2%.

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani juga menjaga anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), khususnya defisit yang secara perlahan harus diturunkan ke bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Untuk itu tahun depan kita lihat tantangan dari ekonomi global yang jauh lebih dominan dari situasi 2020, 2021. Tahun depan defisit 4,7% tapi dengan estimasi penerimaan negara sebelum ada commodity boom dan UU pajak. Jadi kita berharap defisitnya bisa lebih rendah dari ada di dalam UU," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani: Butuh 100 Tahun Perempuan dan Laki-laki Setara


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading