Ini Daftar Raksasa Batu Bara yang Tidak Memenuhi DMO PLTU

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
15 November 2021 15:23
Tambang Kaltim Prima Coal

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menyampaikan ada banyak perusahaan batu bara yang tidak memenuhi kewajibannya dalam memasok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri alias Domestic Market Obligation (DMO), khususnya untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Senin (15/11/2021), mengatakan realisasi penyerapan batu bara untuk PLTU, baik ke PLN Group maupun ke pengembang listrik swasta (Independent Power Producers/ IPP) hingga Oktober 2021 mencapai 93,2 juta ton.

Adapun realisasi penyerapan batu bara untuk pembangkit listrik nasional tersebut terdiri dari untuk PLN Grup 55,5 juta ton dan IPP 37,6 juta ton.


"Masih terdapat gap atas realisasi pemenuhan batu bara dengan kewajiban pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri," ungkapnya dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, Senin (15/11/2021).

Dia mengatakan, sejumlah perusahaan batu bara yang tidak memenuhi kewajiban DMO tersebut terdiri dari pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK OP), IUP Penanaman Modal Asing (IUP PMA), serta IUP OP.

Dia menyebut realisasi penyerapan DMO batu bara dari pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) sampai Oktober 2021 baru sebesar 41,77 juta ton dari kewajiban alokasi DMO sebesar 66,06 juta ton.

"Jenis kontrak PKP2B ada gap pasokan batu bara di mana kewajiban volume DMO 66 juta MT, namun realisasinya sampai Oktober 2021 hanya sebesar 41,7 juta MT," ujarnya.

Berikut daftar perusahaan batu bara yang belum memenuhi kewajiban DMO sampai Oktober 2021, berdasarkan data PLN:

- Perusahaan batu bara PKP2B:
Dari total DMO 66,06 juta ton, terealisasi sampai Oktober 2021 sebesar 41,77 juta ton.
1. Adaro Indonesia volume DMO 11,1 juta ton, baru dipenuhi 7,54 juta ton.
2. Antang Gunung Meratus volume DMO 2,1 juta ton, baru dipenuhi 1,39 juta ton.
3. Berau Coal volume DMO 5,55 juta ton, baru dipenuhi 2,87 juta ton.
4. Borneo Indobara volume DMO 7,57 juta ton, baru dipenuhi 4,76 juta ton.
5.Indexim Coalindo volume DMO 2,75 juta ton, baru dipenuhi 1,15 juta ton.
6. Indominco Mandiri volume DMO 1,8 juta ton, baru dipenuhi 944 ribu ton.
7. Kaltim Prima Coal volume DMO 14,45 juta ton, baru dipenuhi 8,8 juta ton.
8. Multi Harapan Utama volume DMO 2,65 juta ton, baru dipenuhi 2,45 juta ton
9. Pesona Khatulistiwa Nusantara volume DMO 825 ribu ton, belum ada pemenuhan DMO sama sekali.
10. Singlurus Pratama volume DMO 775 ribu ton, baru dipenuhi 422 ribu ton.
11. Lanna Harita Indonesia volume DMO 675 ribu ton, baru dipenuhi 429 ribu ton.

- Perusahaan batu bara IUPK OP:
1. Arutmin Indonesia volume DMO 5,45 juta ton, baru dipenuhi 4,3 juta ton.

- Perusahaan batu bara IUP PMA:
1. Multi Prima Coal volume DMO 7,57 juta ton, baru dipenuhi 2 juta ton.

- Perusahaan batu bara IUP OP:
1. Dari total semua perusahaan volume DMO sebesar 52,07 juta ton, baru dipenuhi kurang dari setengahnya 22,9 juta ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Terkini: Dari Kritis, Pasokan Batu Bara PLN Kini Naik!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading