Internasional

Heboh India-China Tolak Hapus Batu Bara di COP, Ini Sebabnya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
15 November 2021 10:30
PM India Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping di Zhejiang, China, 4 September 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo

Jakarta, CNBC IndonesiaIndia dan China menolak "menghapus" penggunaan batu bara secara total pada menit-menit terakhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP26 yang selesai dilakukan di Glasgow Skotlandia, Sabtu (13/10/2021). Kedua negara bergerak melobi 197 negara lain untuk "mengurangi" penggunaan batu bara.

Dalam draf perjanjian tertulis sebelumnya, disebutkan bahwa negara-negara dunia akan sepakat batu bara untuk segera "dikiamatkan". Namun India, yang didukung China, menolak kata "penghapusan" dan mengajukan petisi mendukung penggunaan frasa "mengurangi secara bertahap".


India mengajukan petisi itu bukan tanpa sebab. Ini terkait karakteristik sosial, politik, dan ekonomi yang sangat berbeda di setiap negara.

Negara berkembang masih membutuhkan batu bara. India misalnya, sangat bergantung dengan batu bara dan menggunakan 70% energi fosil untuk produksi energi dalam negeri.

"Bagaimana orang bisa berharap bahwa negara berkembang membuat janji untuk menghapus subsidi batu bara dan bahan bakar fosil secara bertahap?" tanya Menteri Lingkungan India, Bhupender Yadav di KTT COP26.

"Negara-negara berkembang masih harus berurusan dengan agenda pengentasan kemiskinan mereka," tambahnya.

China pun wajar menjadi pendukung utama India. Melihat kondisi China diterpa krisis listrik, akan berat untuk mengurangi batu bara yang selama ini jadi tulang punggung energi negeri panda tersebut.

Pemerintah China sedang giat menambah produksi untuk mengisi kekosongan pasokan batu bara nasional yang sangat dibutuhkan sekarang. Sebagai informasi, Beijing bahkan menyerukan penambahan kapasitas produksi batu bara guna memenuhi kebutuhan tersebut, rata-rata produksi harian batu bara China mencapai sekitar 12 juta ton pada hari Rabu, naik 120.000 ton dari rekor harian sebelumnya.

Terkait hal ini, Presiden COP26 mengatakan China dan India perlu menjelaskan mengapa mereka bersikeras mengubah kata "penghapusan" menjadi "mengurangi secara bertahap" penggunaan batu bara. Terutama ke negara yang rentan terhadap krisis iklim.

"China dan India harus menjelaskan diri mereka sendiri kepada negara-negara yang paling rentan terhadap iklim di dunia," kata anggota parlemen Inggris Alok Sharma, yang memimpin negosiasi COP26, dikutip dari CNBC International, Senin (15/11/2021).

Sharma mengatakan selama beberapa minggu terakhir jelas ada negara-negara tertentu yang tidak ingin membicarakan batu bara dalam pertemuan tersebut.

"Tetapi pada akhirnya, ini adalah pertama kalinya kami memiliki bahasa tentang batubara dalam keputusan COP. Saya pikir itu benar-benar bersejarah," katanya, mengakui "pasti akan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk masalah ini," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Batu Bara, China-India Hadapi Krisis Energi Terburuk!


(tfa/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading