Kemenkop Optimistis Digitalisasi 30 Juta UMKM di Indonesia

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
12 November 2021 16:39
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki  dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021.  (Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koperasi dan UMKMĀ kian optimis dengan target transformasi digital 30 juta UMKM hingga 2024 mendatang.

Saat ini sudah ada 16 Juta UMKM yang telah go digital sehingga diharapkan dalam 3 tahun ke depan jumlahnya dapat mencapai 30 Juta UMKM dan 500 Koperasi berbasis digital.

Dalam upaya mencapai target tersebut pemerintah turut menggandeng platform e-commerce Bukalapak dan platform fintech diantaranya Danai.id untuk menggelar roadshow klinik UMKM bertema "Budayakan UMKM, Lahirkan Pahlawan Digital Baru" tak hanya mengejar target kuantitas namun juga kualitas UMKM di Indonesia.


Peluncuran simbolik Klinik UMKM bertempat di Solo Technopark di kota Solo, mengutip keterangan resmi, Jumat (12/11/2021).

Dalam Sambutannya Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan pemberdayaan UMKM baik dari sisi supply maupun demand.

"Pemerintah melakukan dua hal, dari sisi supply perlu ada restrukturisasi pinjaman, bunga murah, bantuan modal kerja (termasuk hibah) sementara dari sisi demand, belanja pemerintah didorong untuk menyerap produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk go digital sehingga ada peningkatan UMKM yang onboarding ke platform digital" ujar Teten.

"Sekarang sudah 16 juta, target 2024 30 juta UMKM onboarding digital" pungkasnya.

Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka bahkan ngin Solo Technopark menjadi tempat inkubasi Unicorn.

"Saya ingin Solo Technopark menjadi tempat berkembangnya UMKM digital bahkan naik kelas menjadi unicorn" ujar Gibran di sela kegiatan peluncuran klinik UMKM.

Sejalan dengan semangat Walikota Solo untuk mewujudkan percepatan transformasi digital UMKM CEO Bukalapak Rahmat Kaimuddin menyatakan pengembangan infrastruktur marketplace dan modernisasi warung- warung perlu menggandeng banyak pemain salah satunya di bidang pembiayaan.

"Jika ingin mempercepat transformasi digital UMKM, pembiayaan dan marketing untuk pengembangan perlu dilibatkan".

Dalam kegiatan ini, Danai.id sebagai perusahaan Layanan Keuangan Digital yang telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut hadir mendukung dibentuknya klinik UMKM.

Danai.id dengan nama perusahaan PT Adiwisista Finansial Teknologi menilai percepatan transformasi digital UMKM dan Koperasi membutuhkan partisipasi banyak pihak dalam ekosistem ekonomi digital.

Selama ini kita kenal e-commerce menjadi yang terdepan. Namun demikian terdapat elemen-elemen lain dalam kegiatan usaha UMKM dan koperasi yang membutuhkan solusi selain marketplace, seperti dari sisi keuangan, logistik, dan sumberdaya manusia.

"Acara ini sejalan dengan visi Kelompok Usaha Adiwisista dalam hal ini Danai.id sebagai sebuah fintech untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan khususnya bagi UMKM dalam rangka pembangunan ekonomi yang berkelanjutan" ujar CEODanai.id Azhar Abdul Wahab


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alasan UMKM Harus Pisahkan Rekening Bisnis & Pribadinya


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading